Wagub Sulteng Sebut Buya Subi Festival 2026 Jadi Etalase Tenun Donggala ke Pasar Global, Regenerasi Pengrajin Jadi Prioritas

Penulis: Irfan Hakim  •  Rabu, 08 Juli 2026 | 23:29:01 WIB
Wagub Sulteng menegaskan Buya Subi Festival 2026 sebagai ajang promosi tenun Donggala ke pasar global.

DONGGALA — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memastikan Buya Subi Festival 2026 yang akan berlangsung pada 5-11 Juli mendatang tidak hanya berhenti pada panggung pameran. Wakil Gubernur Reny A. Lamadjido menegaskan festival ini adalah pernyataan bahwa tenun Donggala layak menjadi bagian dari industri fashion berkelanjutan di tingkat dunia.

Kolaborasi dengan Eco Fashion Week Australia

Kehadiran CEO Eco Fashion Week Australia (EFWA) Zuhal Kuvan Mills dalam festival ini dinilai menjadi peluang besar untuk membuka akses pasar internasional. Wagub Reny berharap kolaborasi ini melahirkan kerja sama strategis yang memperkuat promosi pariwisata sekaligus memberdayakan UMKM di Sulawesi Tengah.

“Mari jadikan festival ini sebagai ruang belajar, ruang berkarya, ruang berkolaborasi, sekaligus ruang membangun masa depan ekonomi kreatif Sulawesi Tengah yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya di Donggala, Rabu.

Regenerasi Pengrajin: Jurusan Tenun di SMK Segera Dibahas

Di balik potensi besar tenun Donggala, terdapat masalah klasik yang mengancam keberlangsungannya. Saat ini, dua desa sentra produksi — Desa Towale dan Desa Limboro — hanya memiliki sekitar 200 penenun, dan mayoritas dari mereka sudah berusia lanjut.

“Jangan sampai tenun kita hilang karena para pengrajinnya didominasi generasi yang sudah lanjut usia. Regenerasi harus dilakukan agar warisan budaya ini tetap hidup dan berkembang,” kata Wagub Reny.

Pemerintah provinsi berencana menghadirkan jurusan khusus tenun di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai langkah konkret mencetak penenun muda. Rencana ini akan segera dibahas untuk memastikan keahlian menenun tidak punah seiring bertambahnya usia para perajin saat ini.

Desain Modern Tanpa Meninggalkan Identitas Budaya

Wagub Reny menekankan bahwa warna, motif, dan kualitas serat kain tenun Donggala memiliki daya saing tinggi. Pemerintah mendorong para perajin untuk terus meningkatkan kualitas dan menghadirkan model-model yang mengikuti perkembangan zaman, namun tetap mempertahankan identitas budaya Donggala.

“Pemerintah ingin kualitas terus meningkat dengan desain yang lebih modern, tetapi tetap mempertahankan identitas budaya Donggala,” tegasnya.

Dampak Ekonomi: Dari Pameran ke Pembelian Nyata

Wagub mengingatkan bahwa festival tidak boleh berhenti pada kegiatan pameran semata. Masyarakat didorong untuk membeli dan menggunakan produk tenun lokal secara berkelanjutan agar dampak ekonomi benar-benar dirasakan para pengrajin.

Ia juga mengajak generasi muda untuk bangga mengenakan produk lokal sebagai bentuk dukungan terhadap karya perajin daerah. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus mendorong pengembangan ekonomi kreatif sebagai salah satu pilar pertumbuhan ekonomi daerah.

Reporter: Irfan Hakim
Sumber: sulteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top