PEKALONGAN — Satu keluarga asal Kabupaten Pekalongan akan mendapat kesempatan mengubah nasib melalui program transmigrasi ke Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah tahun depan. Pendaftaran sudah dibuka dan akan ditutup akhir Agustus 2026.
Setiap peserta yang lolos seleksi tidak hanya mendapatkan lahan. Pemerintah menyediakan rumah tinggal, perabotan dasar, perlengkapan pertanian, bibit, pupuk, serta bantuan jaminan hidup (jadup) selama satu tahun penuh. "Bagi yang berminat bisa mendaftarkan diri dengan datang langsung ke dinas kami beserta membawa persyaratan," ujar Teknis Kebijakan Bidang Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Dinas Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja Kabupaten Pekalongan, Sudiarto, Selasa (7/7/2026).
Persyaratan umum peserta wajib ber-KTP Pekalongan, berusia maksimal 48 tahun, sudah berkeluarga, menyukai bidang pertanian dan perkebunan, serta tidak memiliki utang keuangan. Namun, warga yang belum berkeluarga juga bisa mendaftar dengan ketentuan khusus. Mereka harus memiliki latar belakang profesi tertentu yang dibutuhkan di lokasi transmigrasi, seperti sarjana pendidikan, bidan, atau guru agama.
Peserta yang lolos seleksi akan mengikuti pelatihan sebelum diberangkatkan pada November 2026. Para suami mendapat pelatihan pertanian, perikanan, peternakan, dan otomotif. Sementara itu, para istri mengikuti pelatihan tata boga. Seluruh biaya perjalanan menggunakan pesawat terbang ditanggung oleh negara.
Sudiarto menambahkan, tahun ini Provinsi Jawa Tengah hanya memperoleh empat kuota transmigrasi. Kuota tersebut dibagikan kepada Kabupaten Pemalang, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Kendal, dan Kabupaten Rembang. "Saya berharap masyarakat Kabupaten Pekalongan bisa memanfaatkan program ini dengan baik. Tujuan program ini agar masyarakat memiliki kesempatan mengubah nasib. Misalnya yang selama ini menjadi buruh tani, di sana akan diberikan lahan yang luas sehingga memiliki peluang meningkatkan kesejahteraan," pungkasnya.