SULAWESI TENGAH — Pertemuan nanti akan menjadi edisi ke-15 antara Jepang dan Brasil. Catatan Worldfootball menunjukkan dominasi mutlak Tim Samba: 11 kemenangan berbanding 1 kemenangan Jepang, plus 2 hasil imbang. Namun satu-satunya kemenangan Samurai Biru itu terjadi persis di tahun sebelum turnamen global ini bergulir.
Brasil yang saat itu sudah ditangani Carlo Ancelotti tampil trengginas di babak pertama. Paulo Henrique membuka keunggulan menit ke-26, disusul Gabriel Martinelli yang menggandakan skor enam menit kemudian. Jepang tertunduk lesu saat jeda.
Babak kedua jadi milik tuan rumah. Takumi Minamino memangkas ketertinggalan jadi 1-2 pada menit ke-52. Sepuluh menit berselang, Keito Nakamura menyamakan skor 2-2. Puncaknya, Ayase Udea memastikan comeback sempurna lewat gol di menit ke-71. Stadion Ajinomoto bergemuruh.
Rentang pertemuan Jepang dan Brasil membentang sejak Juli 1989. Dari 14 laga sebelumnya, Brasil selalu superior. Kemenangan di laga uji coba Oktober lalu jadi yang pertama bagi Jepang dalam 36 tahun sejarah rivalitas kedua tim. Pelatih Hajime Moriyasu punya alasan untuk percaya diri.
Brasil melaju ke babak ini sebagai juara Grup C, sementara Jepang menjadi runner up Grup F. Status unggulan jelas dipegang anak asuh Ancelotti. Tapi rekor pertemuan terbaru menunjukkan bahwa sepak bola tidak selalu bicara statistik jangka panjang.
Jepang berharap kemenangan Oktober 2025 bukan sekadar kebetulan. Jika mampu mengulang performa comeback di Houston, Samurai Biru berpeluang menulis ulang sejarah dan menembus babak 16 besar untuk pertama kalinya sejak 2018.