PALU — Peringatan Hari Keluarga Nasional ke-33 di lingkungan Kanwil Kemenkum Sulteng berlangsung khidmat. Upacara yang digelar di halaman kantor tersebut menjadi panggung bagi aparatur sipil negara untuk merefleksikan kembali peran institusi terkecil dalam masyarakat.
Dalam sambutan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga yang dibacakan Rakhmat Renaldy, ia menyoroti tantangan global yang tak lagi bisa diabaikan. "Hari ini tantangan ekonomi makro, disrupsi teknologi digital yang radikal, pergeseran nilai-nilai sosial, hingga ancaman cyber masuk secara langsung dan tanpa permisi ke ruang-ruang keluarga kita melalui gawai yang ada di genggaman anak-anak kita," ujarnya.
Rakhmat menjelaskan bahwa volatilitas, ketidakpastian, kompleksitas, dan ambiguitas (VUCA) menuntut ketahanan keluarga yang lebih kuat. Keluarga yang rapuh, menurutnya, akan langsung berdampak pada kualitas sumber daya manusia dan masa depan bangsa.
"Keluarga yang kuat akan melahirkan generasi yang tangguh. Sebaliknya, keluarga yang rapuh akan memengaruhi kualitas sumber daya manusia dan masa depan bangsa. Karena itu, momentum Hari Keluarga Nasional harus menjadi pengingat bagi kita semua bahwa membangun Indonesia dimulai dari rumah," tegas Rakhmat.
Ia menambahkan, nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, kedisiplinan, dan tanggung jawab yang tumbuh dalam keluarga merupakan modal utama membentuk karakter masyarakat yang taat hukum sekaligus produktif. Kanwil Kemenkum Sulteng memastikan diri mendukung kebijakan pemerintah yang berorientasi pada penguatan keluarga sebagai bagian dari pembangunan nasional berkelanjutan.
Upacara diikuti seluruh pejabat struktural dan jajaran pegawai setempat. Agenda ini menjadi komitmen bersama untuk mendukung pembangunan keluarga Indonesia yang berkualitas, sehat, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.