BNPB Rilis IKD 2025, Ketahanan Bencana Kota Palu Terbaik di Sulteng

Penulis: Redaksi  •  Rabu, 04 Februari 2026 | 19:42:03 WIB
Kota Palu raih skor IKD tertinggi di Sulawesi Tengah dengan nilai 0,74 pada 2025.

Palu - Kota Palu berhasil meraih nilai Indeks Ketahanan Daerah (IKD) 2025 tertinggi di Provinsi Sulawesi Tengah. Berdasarkan rilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), skor IKD Kota Palu tercatat sebesar 0,74.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu, Presly Tampubolon, menyampaikan bahwa capaian tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2024, nilai IKD Kota Palu berada di angka 0,73.

Selain peningkatan IKD, Indeks Risiko Bencana (IRB) Kota Palu juga memperlihatkan perbaikan. Pada penilaian terbaru, IRB Kota Palu tercatat di angka 132,8, yang menandakan tren pengelolaan risiko bencana semakin terkendali.

Presly menjelaskan, pencapaian tersebut tidak lepas dari sinergi lintas sektor dalam memperkuat sistem mitigasi dan penanggulangan bencana di daerah. Pemerintah kota bersama pemangku kepentingan terus mendorong penguatan kebijakan, kesiapsiagaan, serta perencanaan berbasis risiko.

IKD sendiri merupakan instrumen penilaian BNPB untuk mengukur kapasitas daerah dalam menghadapi bencana. Penilaian dilakukan melalui 71 indikator yang dikelompokkan dalam tujuh parameter prioritas, mulai dari kebijakan kebencanaan, kajian risiko, pengelolaan logistik, hingga mitigasi, kesiapsiagaan, dan sistem pemulihan pascabencana.

Menurut Presly, pengalaman bencana besar yang melanda Kota Palu pada 28 September 2018 menjadi pembelajaran penting dalam membangun ketahanan daerah. Dari peristiwa tersebut, pemerintah dan masyarakat belajar memperkuat kemampuan bertahan, mengelola risiko, hingga mempercepat pemulihan.

Ia menambahkan, penilaian IKD dan IRB didasarkan pada data serta dokumen pendukung yang disusun pemerintah daerah, khususnya terkait tingkat risiko bencana dan berbagai upaya penanggulangan yang telah maupun sedang dilaksanakan.

Dengan karakteristik ancaman bencana yang berbeda di setiap wilayah, pengurangan risiko dinilai perlu dilakukan melalui perencanaan matang, mitigasi berkelanjutan, serta penanganan yang tepat sasaran agar potensi dampak dapat diminimalkan.

“Tidak ada capaian tanpa kerja kolektif. Meski hasil penilaian ini menunjukkan tren positif, kami terus membangun kepercayaan diri untuk mengoptimalkan upaya mitigasi,” ujar Presly.

Ke depan, Pemerintah Kota Palu juga menargetkan pemenuhan Indeks Kinerja Utama (IKU) daerah sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang.

Membuat versi ultra-ringkas (Google Discover / AMP)

Reporter: Redaksi
Back to top