SULAWESI TENGAH — PT Medco E&P Natuna resmi mengebor sumur eksploitasi WB-H04 di Wilayah Kerja Natuna Blok B pada 30 September 2026 dengan target produksi gas awal 25 MMSCFD. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menahan laju penurunan produksi gas nasional dari wilayah kerja laut dalam.
Paragraf pembuka: Sumur WB-H04 merupakan sumur eksploitasi yang dibor di Wilayah Kerja Natuna Blok B, salah satu blok gas tua di Laut Natuna yang masih menyimpan cadangan cukup besar. Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto mengonfirmasi pengeboran tersebut dan menyebutnya sebagai bagian dari percepatan pengembangan lapangan.
Angka 25 MMSCFD atau setara 25 juta kaki kubik gas per hari menjadi patokan awal yang dibidik dari sumur ini. Jika tercapai, tambahan pasokan tersebut dapat memperkuat pasokan gas untuk kebutuhan domestik, termasuk industri dan pembangkit listrik di sekitar wilayah Natuna dan sekitarnya.
Natuna Blok B selama ini dikenal sebagai salah satu penghasil gas utama di perairan utara Indonesia. Blok ini memasok gas melalui pipa bawah laut ke sejumlah pembeli domestik, sehingga setiap sumur baru yang berhasil mengalirkan gas punya arti langsung bagi keandalan pasokan energi.
Bagi pelanggan gas domestik, tambahan produksi dari WB-H04 berpotensi menjaga tekanan pasokan agar tidak menurun. Pembangkit listrik dan pabrik yang bergantung pada gas dari Natuna bisa menghitung ulang kebutuhan bahan bakar mereka tanpa harus mencari sumber alternatif yang lebih mahal.
Pemerintah sendiri menaruh harapan besar pada sumur-sumur eksploitasi seperti ini. Djoko Siswanto menyatakan bahwa pengeboran sumur pengembangan menjadi salah satu kunci untuk menahan penurunan produksi gas nasional yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
Setelah pengeboran, tahap berikutnya adalah pengujian aliran gas untuk memastikan sumur benar-benar mampu mengalirkan gas sesuai target. Hasil uji tersebut akan menentukan apakah WB-H04 bisa segera disambungkan ke fasilitas produksi yang sudah ada di Natuna Blok B.
Medco E&P Natuna sendiri merupakan anak usaha PT Medco Energi Internasional Tbk yang beroperasi di sejumlah wilayah kerja migas Indonesia. Pengeboran WB-H04 menambah daftar aktivitas hulu perusahaan di tengah dorongan pemerintah agar kontraktor migas mempercepat pengembangan lapangan eksisting.
Penutup: Keberhasilan sumur WB-H04 tidak hanya soal angka 25 MMSCFD, tetapi juga soal menjaga kepercayaan bahwa blok-blok gas tua di Indonesia masih bisa diandalkan. Jika uji aliran sesuai harapan, Natuna Blok B kembali membuktikan perannya sebagai penopang pasokan gas domestik.