Bunda PAUD Kota Palu Diah Puspita menilai karnaval budaya dalam rangka HUT ke-81 Kota Palu menjadi momentum memperkenalkan keberagaman budaya kepada anak-anak sejak usia dini. Kegiatan yang digelar Selasa itu diikuti TK Gugus Kaluku dan menyoroti budaya Kaili serta sejumlah budaya lain di Indonesia. Diah berharap acara tidak berhenti sebagai seremonial, tetapi memberi pengalaman langsung bagi anak dalam menghargai keberagaman.
PALU — Karnaval Budaya TK Gugus Kaluku digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-81 Kota Palu. Bunda PAUD Kota Palu Diah Puspita membuka langsung kegiatan tersebut dan menyebutnya sebagai ruang belajar budaya bagi anak-anak usia dini.
Menurut Diah, karnaval bukan sekadar arak-arakan. Kegiatan itu dirancang agar anak mengenal beragam budaya yang hidup di sekitarnya, terutama Budaya Kaili, sekaligus budaya lain yang ada di Indonesia.
Diah menuturkan pengenalan budaya sejak dini berperan menumbuhkan jati diri anak. Dari situ diharapkan terbentuk generasi yang punya karakter dan akhlak mulia.
Kegiatan semacam ini juga dinilainya mampu menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya lokal. Anak-anak mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan tanpa merasa sedang digurui.
"Karnaval Budaya ini bukan hanya kita berkumpul, berjalan, tetapi ajang memperkenalkan beragam budaya kita, baik itu Budaya Kaili dan seluruh budaya yang ada di Indonesia kepada anak-anak kita," kata Diah saat membuka Karnaval Budaya TK Gugus Kaluku di Palu, Selasa.
Diah mengajak orang tua terus mendampingi anak-anak di tengah kemajuan teknologi dan perubahan sosial yang berlangsung cepat. Pendampingan itu dinilai penting agar perkembangan teknologi tetap diimbangi penanaman nilai karakter.
"Anak-anak kita boleh tumbuh di kehidupan yang kemajuan teknologinya luar biasa, tetapi ingat kita harus menanamkan anak-anak kita sejak sedini mungkin karakter. Insya Allah, anak-anak kita menjadi anak-anak yang berakhlak mulia, berkarakter," ujarnya.
Ia menekankan penanaman nilai tidak bisa diserahkan sepenuhnya ke sekolah. Keluarga memegang peran utama dalam membentuk kebiasaan dan sikap anak sehari-hari.
Diah berharap karnaval budaya memberi pengalaman langsung kepada anak-anak untuk mengenal dan menghargai keberagaman budaya di sekitarnya. Ia juga ingin kegiatan ini menumbuhkan semangat generasi muda mencintai dan melestarikan budaya daerah.
Karnaval budaya menjadi salah satu rangkaian peringatan HUT ke-81 Kota Palu. Melalui kegiatan ini, anak-anak PAUD diajak terlibat langsung dalam perayaan, bukan sekadar menonton dari pinggir jalan.