Mbappe Buka Suara soal Aksi Tutupi Pesan Dukungan Ceuta di Laga Elche

Penulis: Joko Purnomo  •  Kamis, 17 September 2026 | 16:04:02 WIB

SULAWESI TENGAH — Kylian Mbappe angkat bicara setelah menggulung bagian depan jersey pemanasan Real Madrid yang bertuliskan pesan dukungan untuk Ceuta, pada laga melawan Elche. Penyerang asal Prancis itu menegaskan dirinya tetap berdiri bersama warga Ceuta, namun juga ingin memberi perhatian bagi para imigran yang tewas dan hidup dalam kondisi sulit.

Insiden kecil di lapangan Elche menyita perhatian lebih besar dari hasil pertandingan itu sendiri. Mbappe, Vinicius Jr, dan Ibrahima Konate kompak menggulung bagian depan kaus pemanasan mereka sebelum kick-off, sehingga tulisan "Todos somos Caballas" tidak terbaca utuh.

Frasa itu berarti "Kita semua adalah Caballas" - sebutan untuk warga Ceuta, kota otonom Spanyol di pesisir Afrika Utara yang berbatasan langsung dengan Maroko. Keputusan ketiga pemain tersebut langsung memicu pertanyaan soal sikap mereka terhadap solidaritas yang coba dibangun klub.

Mbappe: Kami Hanya Menjalankan Keputusan Klub

Mbappe menegaskan bahwa pemakaian kaus bertema Ceuta bukan inisiatif para pemain. Menurutnya, klub yang memutuskan untuk menyertakan pesan tersebut dan meminta para pemain mengenakannya.

"Saya ingin menjelaskan ini dengan jelas supaya orang paham. Itu keputusan klub untuk menyertakan kaus itu dan meminta kami memakainya. Kami para pemain harus mengenakannya," ujar Mbappe.

"Hal pertama yang ingin saya katakan adalah saya berdiri dalam solidaritas penuh dengan Ceuta dan semua korban."

Alasan di Balik Gestur Gulung Jersey

Penyerang timnas Prancis itu menyebut gesturnya bukan bentuk penolakan terhadap warga Ceuta. Ia ingin memberi ruang perhatian bagi para imigran yang kehilangan nyawa dan mereka yang masih bertahan dalam kondisi berat.

"Karena sebelum saya seorang pemain, saya manusia. Tapi saya juga ingin membuat gestur dan mengenang semua imigran yang kehilangan nyawa dan yang hidup dalam kondisi keras," kata Mbappe.

Ia mengakui posisinya tidak mudah. Mbappe sadar gestur itu bisa disalahpahami sebagai sikap menentang warga Ceuta.

"Itu bukan posisi yang mudah. Sulit, karena pada akhirnya orang bisa mengira saya menentang warga Ceuta. Tapi tidak, sama sekali tidak," ujarnya.

"Saya tidak punya masalah dengan mereka, dan saya mendukung mereka 100 persen dalam pikiran saya. Tapi saya juga ingin mengenang semua orang yang menderita, karena saya manusia, dan saya tidak ingin memprioritaskan satu bentuk penderitaan di atas yang lain."

Latar Belakang Krisis di Ceuta

Ceuta adalah kota otonom Spanyol di pantai Afrika Utara, berbatasan dengan Maroko dan dipisahkan dari daratan Spanyol oleh Selat Gibraltar. Wilayah ini menjadi titik masuk migran dari negara tetangga.

Lebih dari 100 orang meninggal ketika puluhan ribu migran menyeberang ke wilayah itu dari Maroko pada Juli. Menurut data wali kota Ceuta, sedikitnya 72.000 migran menyeberang pada 30 dan 31 Juli, sebagian besar berenang mengelilingi pagar perbatasan.

Sebagian besar kemudian dipulangkan, namun sekitar 5.000 orang masih bertahan di kamp-kamp darurat atau tidur di jalanan dan pantai. Kondisi ini memicu ketegangan di kota tersebut, dengan sebagian warga menyuarakan kekhawatiran soal keamanan.

Real Madrid Sudah Beberapa Kali Tunjukkan Dukungan

Ini bukan kali pertama Real Madrid menyatakan dukungan untuk Ceuta. Sebelum laga Liga Champions melawan Inter Milan di Santiago Bernabeu pada 8 September, suporter di tribun selatan menampilkan kartu bergambar lambang kota otonom itu, sementara seluruh stadion memberi tepuk tangan.

Inisiatif tersebut bagian dari dukungan lebih luas setelah gelombang migran yang menyeberang dari Maroko. Namun gestur sebelum laga di Elche menyoroti perbedaan pendekatan di antara para pemain dan klub terhadap kampanye Ceuta.

Barcelona tidak ikut serta dalam inisiatif itu, sementara pemain di laga La Liga lainnya mengenakan kaus tersebut sesuai rencana. Mbappe berharap situasi ini cepat selesai dan pesan damai yang ia bawa bisa diterima dengan jelas.

"Saya ingin menyampaikan pesan positif dan damai, dan saya harap situasi ini segera terselesaikan," tutupnya.

Reporter: Joko Purnomo
Sumber: bbc.co.uk This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top