Pencarian

Startup Melius Raih Pendanaan US$25 Juta Usai Ganti Produk

Rabu, 07 Oktober 2026 • 11:05:01 WIB
Startup Melius Raih Pendanaan US$25 Juta Usai Ganti Produk
Pendiri bersama Melius, Joowon Kim, dalam sesi wawancara mengenai pendanaan dan pengembangan produk perusahaan.

SULAWESI TENGAH — Melius, platform AI asal New York untuk membuat kampanye iklan, gambar, dan video, mengumumkan total pendanaan US$25 juta yang mencakup Seri A US$20 juta dipimpin CRV dan seed round US$5 juta dipimpin General Catalyst. Pendanaan ini diumumkan setelah perusahaan membuang seluruh basis kode produk pertamanya dan membangun ulang dari nol. Perusahaan mengklaim telah menembus pendapatan tahunan di atas US$1 juta dalam dua bulan sejak keluar dari mode stealth pada Juli.

Pendiri bersama Melius, Joowon Kim, mengakui produk pertama perusahaan tidak langsung melesat. Perusahaan yang berbasis di New York itu diluncurkan lebih dari setahun lalu oleh Joowon Kim, Young Kim, dan Arnav Ramu. Ketiganya saling mengenal saat bekerja sebagai engineer di Ramp, perusahaan perangkat lunak keuangan dan belanja korporat.

Dari Optimasi Belanja Iklan ke Generator Kreatif

Awalnya, ketiga pendiri membangun alat performance marketing berbasis AI. Produk itu menyasar marketer yang ingin mengelola dan mengoptimalkan belanja iklan.

Namun, lebih dari enam bulan setelah membangun produk tersebut, para pendiri memutuskan ide awal itu tidak "punya kaki" alias tidak berkelanjutan. Keputusan itu disampaikan Joowon Kim kepada TechCrunch.

Alih-alih melanjutkan alat optimasi belanja iklan, tim memilih peluang yang dinilai jauh lebih besar: membangun alat yang menghasilkan aset kreatif dan kampanye itu sendiri.

"We scrapped the entire codebase; we burned all of it," kata Kim.

Melius lalu bergerak cepat membangun produk yang sepenuhnya baru. Hampir setahun setelah peluncuran awalnya, perusahaan memperkenalkan platform yang mereka sebut sebagai "agents lab for creative work".

Klaim Pendapatan dan Posisi di Pasar AI Kreatif

Melius mengklaim telah menembus pendapatan tahunan di atas US$1 juta dalam dua bulan sejak keluar dari mode stealth pada Juli. Klaim itu menjadi sinyal awal traksi di pasar yang padat pesaing.

Melius bukan satu-satunya startup yang membantu agensi iklan, marketer, dan brand menghasilkan aset kreatif serta kampanye dengan AI. Pesaingnya termasuk Higgsfield yang tumbuh cepat dengan valuasi US$5,4 miliar pada Agustus, serta startup kecil lain seperti Krea dan Flora AI.

Kim tidak khawatir menghadapi persaingan itu. Ia mengakui Higgsfield, perusahaan berusia tiga tahun dengan pendapatan tahunan lebih dari US$700 juta, "is growing like mad". Menurut Kim, ukuran pasar sangat besar sehingga mampu menampung banyak pesaing.

"There are a lot of players, which is pretty exciting," ujarnya kepada TechCrunch. "That means there are customers to be won and there is demand in this space."

Latar Belakang Pendiri dan Visi Produk

Alasan para mantan engineer Ramp membangun produk generasi iklan berakar dari pengalaman pribadi Kim. Ia menggambarkan dirinya sebagai social media influencer dan mengaku bergairah membuat video pendek sejak sekolah dasar. Kim pernah bermimpi menjadi YouTuber terkenal.

"I tried my best to make vlogs," katanya. "My dad was great at using FinalCut Pro, but I wasn't."

Vlog-vlog awal itu tidak pernah benar-benar meledak, tetapi ketertarikannya pada media digital bertahan. Kini lewat Melius, ia membangun alat yang selalu ia inginkan: platform tempat siapa pun, termasuk creative director berpengalaman, dapat mewujudkan ide menjadi kenyataan menggunakan bahasa sehari-hari.

Follow paluonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: techcrunch.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks