BANGGAI — Kepala Bidang Hortikultura Dinas TPHP Banggai, Choirul Ashari Mambuhu, mewakili Kepala Dinas Subhan Lanusi membuka dan menutup kegiatan tersebut. Turut hadir External Relation Head PT PAU, Novari Mursita, serta Koordinator Teknis Kegiatan PT PAU dan Dinas TPHP, Ardiansyah Mahali.
Penilaian berlangsung ketat. Lembah Longkida II mengumpulkan 800 poin, disusul KWT Anggrek dengan 700 poin dan KWT Mandiri 630 poin. Matuga meraih Harapan I dengan 620 poin, sedangkan Longgolian Jaya menjadi Harapan II dengan 610 poin.
Pembinaan Bertahap Sebelum Penilaian Akhir
Choirul menyebut Lomba Tani bukan ajang mendadak. Sebelum penilaian, kelompok tani melewati sejumlah tahap pembinaan, mulai dari penilaian kemampuan kelompok, bimbingan teknis, pelatihan administrasi dan keuangan, hingga pendampingan langsung di lapangan.
"Lomba ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan yang kita lakukan," ujar Choirul.
Pembinaan diarahkan agar kelompok tani mampu berkembang mandiri. Ketergantungan pada bantuan pemerintah disebut perlu dikurangi secara bertahap.
Kolaborasi TPHP dan PT PAU saat ini menyasar kelompok tani di Kecamatan Batui, Kintom, dan Nambo. Choirul berharap pola kerja sama itu diperkuat dan menjadi contoh bagi perusahaan lain dalam mendukung sektor pertanian di Banggai.
Dorong Regenerasi Petani lewat Kampus dan Sekolah
Dinas TPHP akan membahas peluang kerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Luwuk (Unismuh) dan Universitas Tompotika (Untika). Kerja sama itu diharapkan menarik mahasiswa dan generasi muda ke sektor pertanian, sekaligus mendorong lahirnya petani milenial.
Pengenalan pertanian juga akan menyasar anak usia dini. Menurut Irul, sapaan akrab Choirul, edukasi perlu diberikan kepada anak TK, SD, hingga SMP.
"Pengenalan pertanian sejak dini penting agar anak-anak mengenal dan mencintai sektor pertanian," katanya.
Ke depan, Dinas TPHP membuka peluang mengembangkan Lomba Tani hingga tingkat kecamatan. Kelompok terbaik dari masing-masing kecamatan dapat menjadi peserta di tingkat kabupaten.
PT PAU: Smart Farming Butuh Generasi Muda
External Relation Head PT PAU, Novari Mursita, mengatakan perusahaan turut mendorong regenerasi petani melalui edukasi pertanian kepada pelajar. Menurutnya, teknologi dan konsep smart farming menuntut keterlibatan generasi muda agar sektor pertanian mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
"Regenerasi petani menjadi salah satu hal yang penting. Perkembangan teknologi dalam pertanian membutuhkan generasi muda yang mampu beradaptasi," ujarnya.
Lembah Longkida II Bawa Pulang Juara Pertama
Ketua Kelompok Tani Lembah Longkida II, Amran, bersyukur atas capaian kelompoknya. Prestasi itu disebut menjadi motivasi bagi anggota untuk terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, khususnya budidaya hortikultura seperti tomat dan bawang.
"Prestasi ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan dalam mengembangkan usaha tani," ujar Amran.
Koordinator Teknis Kegiatan PT PAU dan Dinas TPHP, Ardiansyah Mahali, menyebut Lomba Tani bagian dari pembinaan berkelanjutan. Pembinaan mencakup bimbingan teknis, penilaian kelompok, hingga bantuan benih dan sarana produksi sesuai kebutuhan kelompok tani.
Ia berharap kerja sama TPHP dan PT PAU berlanjut, tidak hanya untuk meningkatkan produksi hortikultura, tetapi juga mendorong pengolahan hasil pertanian agar memiliki nilai tambah.