Universitas Tadulako (Untad) Palu resmi menggulirkan Program Gerakan Berani Magaya sebagai kontribusi nyata perguruan tinggi dalam membantu pemerintah menekan angka tuberkulosis (TB) di Sulawesi Tengah. Rektor Untad Prof Amar menegaskan inisiatif ini merupakan wujud komitmen kampus mewujudkan Indonesia sehat dan bebas dari penyakit TB.
PALU — Universitas Tadulako (Untad) menggandeng sejumlah perguruan tinggi negeri dan swasta di Sulawesi Tengah untuk menggelar Gerakan Berani Magaya. Program ini dirancang untuk memperkuat peran kampus dalam penanggulangan tuberkulosis (TB) di provinsi tersebut.
Gerakan Berani Magaya merupakan akronim dari Berantas Infeksi TB, Mahasiswa Jaga dan Sayang Keluarga. Rektor Untad Prof Amar menyebut program ini menjadi bagian dari komitmen kampus untuk mendukung target pemerintah dalam mengeliminasi TB, khususnya di Sulawesi Tengah.
Peran Fakultas Kesehatan Masyarakat dalam Implementasi Program
Di lingkungan Untad, implementasi program ini akan diperkuat oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat. Berbagai kegiatan dirancang, mulai dari pengabdian kepada masyarakat hingga kuliah kerja nyata (KKN) yang berdampak langsung di lapangan.
"Universitas Tadulako terus menjaga komitmennya dalam mendukung berbagai program pemerintah baik pusat maupun daerah sebagai wujud Kampus Berdampak," ujar Prof Amar di Kota Palu, Senin.
Dukungan Pemprov Sulteng Lewat Program Berani Sehat
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menyambut baik inisiatif kampus ini. Menurutnya, peningkatan kualitas kesehatan memang menjadi salah satu program unggulan pemerintah provinsi melalui kebijakan Berani Sehat.
Kebijakan tersebut memberikan jaminan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat yang mengantongi E-KTP Sulteng. Gubernur menegaskan bahwa aspek kesehatan mendapat perhatian serius dari pemerintah provinsi.
"Kesehatan menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian serius dari pemerintah provinsi melalui program Berani Sehat," kata gubernur.
Berani Sehat Masuk Sembilan Program Unggulan Pemprov
Berani Sehat termasuk dalam sembilan program unggulan Pemerintah Provinsi Sulteng yang memprioritaskan aspek kesehatan masyarakat di Bumi Tadulako. Gubernur berharap tidak ada lagi warga yang tidak terlayani saat sakit, termasuk penderita TB.
"Harapannya, melalui program Berani Sehat tidak ada lagi masyarakat yang tidak dilayani saat sakit, tak terkecuali penyakit TB," ujarnya.
Kolaborasi antara kampus dan pemerintah daerah ini diharapkan mampu mempercepat penurunan kasus TB di Sulawesi Tengah. Keterlibatan mahasiswa melalui KKN dan pengabdian masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menjangkau keluarga dan komunitas di tingkat akar rumput.