Pencarian

IMIP Morowali Kembangkan Nursery 1.937 Hektare, Target Produksi 80.000 Bibit Pohon per Tahun untuk Ruang Terbuka Hijau

Selasa, 18 Agustus 2026 • 15:54:32 WIB
IMIP Morowali Kembangkan Nursery 1.937 Hektare, Target Produksi 80.000 Bibit Pohon per Tahun untuk Ruang Terbuka Hijau
Petugas menunjukkan bibit tanaman di nursery PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) yang dikembangkan untuk mendukung ruang terbuka hijau seluas 1.937 hektare.

MOROWALI — PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) memperkuat komitmennya terhadap lingkungan dengan mengoptimalkan lahan nursery sebagai pusat pembibitan mandiri. Fasilitas ini tidak hanya menjadi pelengkap kawasan industri, tetapi juga berfungsi sebagai "jantung hijau" yang memasok kebutuhan tanaman untuk seluruh area RTH seluas 1.937,9 hektare.

Nursery Staff Environmental Department PT IMIP, Rian Hakim, menyatakan bahwa langkah ini merupakan bukti nyata upaya dekarbonisasi yang dikelola langsung oleh Departemen Environmental.

Produksi 80.000 Bibit per Tahun untuk Serap Karbon

Kawasan nursery IMIP dirancang untuk membenahi vegetasi hijau, tanaman penghias, hingga tanaman blue carbon sink seperti pohon mangrove. Total kapasitas produksinya mencapai lebih dari 80.000 bibit setiap tahun.

Dari total tersebut, sebanyak 53 jenis bibit telah didistribusikan dan ditanam di berbagai titik RTH. Langkah ini dinilai mampu mereduksi karbon dioksida secara signifikan di sekitar kawasan industri.

Kemandirian Benih dan Konservasi Flora Lokal

Pengelolaan tempat penyemaian bibit di area Edupark ini telah berjalan mandiri sejak 2026. Setiap jenis benih dari tanaman yang tumbuh di seluruh kawasan perusahaan, baik berjenis lokal maupun endemik, dikumpulkan dan disimpan sebagai cadangan.

"Tentunya melalui program ini diharapkan kebutuhan benih dapat dipenuhi secara mandiri sehingga mengurangi ketergantungan pada sumber dari luar," kata Rian. Hal ini sekaligus menjadi upaya perusahaan dalam menjaga konservasi keanekaragaman hayati lokal.

Hapus Polybag Plastik Sekali Pakai

Inovasi lain yang tengah disiapkan IMIP adalah penghentian total penggunaan polybag plastik sekali pakai. Sebagai gantinya, nursery akan beralih ke penggunaan polipot yang dapat dipakai berulang kali.

Program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pengurangan timbulan sampah plastik serta penerapan prinsip keberlanjutan di lingkungan industri.

"Harapannya dengan langkah ini, nursery IMIP tidak hanya menjadi pusat produksi tanaman, tetapi juga menjadi pusat konservasi, inovasi, dan pengelolaan sumber daya hayati yang berkelanjutan," ujar Rian.

Follow paluonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sulteng.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks