Bank Sulteng Pastikan Aset Rp16,2 Triliun dan Keuangan Sehat, Transfer Antarbank Segera Normal Kembali

Penulis: Joko Purnomo  •  Senin, 26 Oktober 2026 | 13:31:01 WIB
Manajemen Bank Sulteng memastikan aset senilai Rp16,2 triliun dan kondisi keuangan tetap sehat di tengah pemeliharaan sistem.

PALU — Manajemen Bank Sulteng menyatakan pembatasan transfer keluar ke bank lain melalui aplikasi Bank Sulteng Mobile merupakan bagian dari pemeliharaan dan penguatan sistem teknologi informasi yang masih berjalan. Direktur Utama Bank Sulteng Hj Ramiyatie memastikan proses pemulihan layanan terus diprioritaskan dengan tetap memperhatikan aspek keamanan sistem dan transaksi nasabah.

Sejumlah layanan perbankan tetap beroperasi selama pemeliharaan berlangsung. Transfer antarrekening Bank Sulteng, layanan ATM, pembelian pulsa, pembayaran listrik, hingga pengisian saldo dompet digital masih dapat digunakan nasabah melalui kanal yang tersedia.

Layanan Apa Saja yang Masih Berjalan Normal

Bank Sulteng merinci layanan yang tidak terdampak pembatasan sistem, sebagai berikut:

  • Transfer antarrekening Bank Sulteng
  • Transaksi melalui ATM
  • Pelayanan langsung di kantor cabang dan kantor kas
  • Pembelian pulsa dan pembayaran listrik
  • Pengisian saldo dompet digital melalui kanal yang masih beroperasi

Untuk kebutuhan transaksi antarbank, nasabah diarahkan memanfaatkan layanan BI-FAST, RTGS, dan SKNBI. Bank Sulteng meminta nasabah mengonfirmasi ketersediaan layanan, biaya, serta mekanisme transaksi melalui kantor cabang terdekat.

Layanan Kas Buka Sabtu-Minggu dan Kas Keliling ke Desa

Manajemen mengoptimalkan pelayanan di kantor cabang dan kantor kas selama masa pemeliharaan. Layanan kas dibuka pada Sabtu dan Minggu, disertai layanan kas keliling ke desa-desa di wilayah kabupaten untuk membantu masyarakat yang membutuhkan akses transaksi langsung.

Layanan Laku Pandai juga dioptimalkan mendukung kebutuhan transaksi masyarakat di perdesaan, termasuk pembayaran dana desa. Langkah itu menyasar warga yang selama ini mengandalkan agen layanan keuangan di kampung masing-masing.

Permohonan Maaf Manajemen dan Alasan Penguatan Sistem

Ramiyatie menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami nasabah selama pembatasan berlangsung. Menurut dia, penyesuaian sistem dilakukan untuk memperkuat keamanan transaksi sekaligus meningkatkan kualitas layanan digital.

"Kami memahami bahwa kondisi ini dapat memengaruhi kelancaran transaksi nasabah. Untuk itu, kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi," ujarnya dalam keterangan kepada media.

Manajemen menegaskan infrastruktur teknologi informasi tengah disiapkan agar lebih andal mendukung kebutuhan transaksi masyarakat. Pembatasan transfer antarbank ditargetkan segera berakhir dan layanan kembali normal.

Reporter: Joko Purnomo
Sumber: radarpalu.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top