BPBD Buol Catat 2.048 Hektare Lahan Terbakar di 42 Desa, Warga Diminta Waspada Karhutla

Penulis: Hendra Wijaya  •  Kamis, 08 Oktober 2026 | 08:31:31 WIB
BPBD Buol mencatat 2.048 hektare lahan terbakar yang tersebar di 42 desa dan 11 kecamatan.

BUOL — Luasan lahan yang terdampak karhutla di Kabupaten Buol tersebar di 11 kecamatan, meliputi Bukal, Tiloan, Momunu, Bokat, Lakea, Karamat, Bunobogu, Paleleh Barat, Paleleh, Biau, dan Gadung. Sebagian besar lahan yang terbakar merupakan perkebunan milik warga serta lahan nonperkebunan, baik yang berada di dalam kawasan hutan maupun Areal Penggunaan Lain.

Kepala BPBD Buol Moh Kachfi Mardjuni menyebut empat desa menjadi wilayah dengan dampak terluas. "Desa Binuang, Bukal, Unone, dan Winangun menjadi wilayah dengan dampak terluas, dengan areal terdampak mencapai sekitar 200 hingga lebih dari 300 hektare," ucapnya di Biau.

Desa Binuang hingga Winangun Jadi Titik Terparah

Empat desa tersebut menanggung beban terbesar dari total 2.048 hektare lahan yang terbakar. Angka itu dihimpun KPH Pogogul sejak April hingga Oktober 2026.

Kachfi menilai keterlibatan seluruh pihak menjadi kunci pencegahan karhutla di wilayah tersebut. Ia secara khusus meminta aparatur sipil negara ikut aktif mengedukasi warga.

"Jadi memang pentingnya keterlibatan seluruh pihak dalam pencegahan karhutla termasuk para ASN untuk aktif mengedukasi masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar serta tidak membuang puntung rokok sembarangan," sebutnya.

Mengapa Musim Kemarau Jadi Periode Paling Rawan

Musim kemarau yang masih berlangsung membuat lahan kering lebih mudah terbakar. Kondisi itu memperbesar risiko kebakaran meluas, terutama di area perkebunan yang berdekatan dengan permukiman warga.

Kachfi meminta masyarakat menjaga lingkungan dan meningkatkan kesadaran terhadap risiko kebakaran selama periode tersebut. Menurut dia, langkah pencegahan sejak dini menentukan seberapa besar dampak yang bisa ditekan.

"Tentunya pencegahan sejak dini sangat penting untuk melindungi lahan, lingkungan, dan sumber penghidupan masyarakat dari dampak karhutla," kata dia.

Perkebunan Warga Paling Terdampak

Lahan yang terbakar tidak hanya berada di kawasan hutan. Catatan KPH Pogogul menunjukkan perkebunan milik warga dan lahan nonperkebunan di Areal Penggunaan Lain turut terdampak, sehingga kerugian menyentuh langsung sumber penghidupan masyarakat.

BPBD Buol belum merinci nilai kerugian dari peristiwa tersebut. Pemetaan lanjutan bersama instansi terkait masih diperlukan untuk menghitung dampak ekonomi di tiap kecamatan.

Masyarakat diminta segera melaporkan titik api ke BPBD atau aparat desa setempat agar penanganan bisa dilakukan sebelum kebakaran meluas.

Reporter: Hendra Wijaya
Sumber: sulteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top