Pemkab Sigi Prioritaskan Penanganan 756 Ibu Hamil Berisiko Tinggi di 19 Puskesmas

Penulis: Joko Purnomo  •  Rabu, 07 Oktober 2026 | 08:13:32 WIB
Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae memimpin rapat percepatan verifikasi data ibu hamil berisiko tinggi di Marawola, Senin.

Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, memprioritaskan penanganan 756 ibu hamil berisiko tinggi dari total 2.000 bumil di daerah itu sepanjang Januari-Agustus 2026. Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae memerintahkan seluruh tenaga kesehatan di 19 puskesmas dan bidan desa mempercepat verifikasi data serta pendampingan edukasi sejak dini. Lima Rumah Tunggu Kelahiran disiapkan untuk menekan risiko kematian ibu dan bayi, terutama di wilayah terpencil.

SIGI — Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae menyatakan data akurat menjadi kunci penanganan ibu hamil berisiko tinggi. Ia meminta puskesmas dan bidan desa bergerak cepat mendata ulang kondisi setiap bumil, bukan sekadar menunggu laporan rutin.

"Jadi dari 2.000 ibu hamil di Sigi, sebanyak 756 bumil yang tergolong berisiko. Data akurat ini yang saya minta kepada teman-teman di Puskesmas dan para bidan untuk segera ditindaklanjuti," kata Rizal di Marawola, Senin.

Deteksi Dini Cegah Komplikasi Persalinan Fatal

Rizal menekankan pentingnya deteksi dini agar ibu hamil berisiko dapat teridentifikasi sebelum komplikasi persalinan terjadi. Salah satu langkah yang diminta adalah memeriksa riwayat kesehatan masing-masing bumil, termasuk penanganan bagi penderita hipertensi.

"Supaya bisa teridentifikasi lebih cepat mana kehamilan yang berisiko. Kalau penderita hipertensi, bagaimana caranya agar tekanan darahnya bisa diturunkan sehingga tidak berujung fatal atau merenggut nyawa saat melahirkan," ujarnya.

Data Dinas Kesehatan Kabupaten Sigi mencatat 756 ibu hamil berisiko tinggi tersebar di 19 puskesmas selama periode Januari-Agustus 2026.

Lima Rumah Tunggu Kelahiran untuk Warga Wilayah Terpencil

Pemkab Sigi menyediakan lima Rumah Tunggu Kelahiran (RTK) bagi ibu hamil yang tinggal jauh dari fasilitas kesehatan. Kelima RTK itu berada di Gimpu, Kulawi, Marawola, Sidera, dan Palolo.

"Tujuannya untuk menjaga keselamatan ibu dan bayi karena risikonya cukup banyak, mulai dari penyakit bawaan hingga jarak kehamilan. Semua itu menjadi perhatian serius pemerintah daerah," kata Rizal.

Fasilitas tersebut disiapkan untuk meminimalkan dampak risiko kehamilan, baik akibat penyakit bawaan maupun jarak kelahiran anak yang terlalu dekat.

Enam Kali Periksa di Posyandu, Dua Kali ke Dokter Kandungan

Pemkab Sigi memprioritaskan pemeriksaan kesehatan rutin bagi ibu hamil sebanyak enam kali di Posyandu selama masa kehamilan. Selain itu, setiap bumil dijadwalkan dua kali pemeriksaan oleh dokter spesialis kandungan.

Kombinasi pemeriksaan di Posyandu dan dokter spesialis itu menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menekan angka komplikasi persalinan. Tenaga kesehatan di 19 puskesmas diminta memastikan setiap ibu hamil berisiko terpantau hingga waktu melahirkan.

Reporter: Joko Purnomo
Sumber: sulteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top