BMKG Prediksi Musim Hujan di Banggai Baru Mulai Maret 2027, Pemkab Wanti-wanti Karhutla

Penulis: Joko Purnomo  •  Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:01:01 WIB
Kepala BPBD Banggai mengikuti rapat koordinasi bersama BMKG untuk membahas prediksi musim hujan 2027.

BANGGAI — Kepala BPBD Kabupaten Banggai, H. Moh. Rifai Mahiwa, mengikuti rapat koordinasi mewakili Bupati Amirudin. Dalam pemaparan BMKG, puncak musim hujan di Banggai diperkirakan berlangsung pada Juli 2027. Namun, Toili Barat diprediksi lebih awal memasuki musim hujan, sekitar Desember 2026.

BMKG juga menegaskan hujan yang sempat turun di sejumlah wilayah bagian selatan Banggai, termasuk Kecamatan Moilong, belum bisa dijadikan penanda awal musim hujan secara umum. Fenomena itu lebih dipengaruhi pemanasan lokal serta kondisi geografis wilayah pesisir dan pegunungan.

Toili Barat Jadi Wilayah Paling Awal Diguyur Hujan

Pola musim hujan di Banggai tidak seragam. Toili Barat diperkirakan menjadi salah satu wilayah yang lebih dulu memasuki musim hujan, yakni sekitar Desember 2026, sementara sebagian besar wilayah lain baru mulai pada Dasarian III Maret 2027.

Perbedaan pola ini membuat Pemkab Banggai diminta tidak menyamaratakan langkah mitigasi. BPBD bersama lintas sektor terus memperkuat koordinasi dan pemantauan kondisi wilayah sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi kemarau panjang.

Angin Kencang Perkuat Risiko Kebakaran Hutan dan Lahan

Rifai Mahiwa yang akrab disapa Fay menyampaikan pesan Bupati Banggai agar masyarakat ikut menjaga lingkungan dan menghindari aktivitas pembakaran. Ia menekankan kondisi angin yang cukup kencang saat ini sangat rawan memicu kebakaran besar.

"Bapak Bupati mengimbau dan berpesan agar warga tidak melakukan pembakaran hutan maupun sampah sembarangan. Saat ini hembusan angin cukup kencang sehingga sangat rawan memicu kebakaran besar," ujar Fay usai mengikuti rapat melalui Zoom.

Ia menegaskan masyarakat diminta tidak mengambil risiko dengan melakukan pembakaran secara sembarangan, terutama ketika kondisi lingkungan masih kering. Pemerintah daerah juga menyiapkan tindakan tegas bagi siapa saja yang sengaja melakukan pembakaran.

"Mari kita jaga lingkungan bersama. Bagi siapa saja yang sengaja melakukan pembakaran, akan ditindak tegas," tegasnya.

Antisipasi Banjir hingga Tanah Longsor di Masa Peralihan Musim

Selain ancaman karhutla dan kekeringan, Pemkab Banggai mulai mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi basah ketika memasuki masa peralihan musim. Banjir, tanah longsor, hingga cuaca ekstrem menjadi sejumlah ancaman yang turut menjadi perhatian pemerintah daerah.

Dengan prediksi musim hujan yang masih cukup jauh, kewaspadaan terhadap kondisi lingkungan menjadi penting. Pemerintah mengajak masyarakat tidak hanya menunggu datangnya hujan, tetapi turut mengambil langkah pencegahan sejak dini.

Reporter: Joko Purnomo
Sumber: gnews.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top