Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memetakan 10 kasus penyakit terbanyak yang ditangani di puskesmas dan rumah sakit sebagai dasar evaluasi program BERANI Sehat. Pemetaan ini menjadi acuan menghitung kebutuhan pembiayaan dan menyusun alokasi anggaran program pada tahun berikutnya. Wakil Gubernur Sulteng Reny Lamadjido menyebut evaluasi rutin dilakukan agar penyaluran manfaat program tetap sesuai kebutuhan warga.
PALU — Pemetaan 10 penyakit terbanyak itu mencakup seluruh fasilitas kesehatan tingkat pertama dan rumah sakit rujukan di 13 kabupaten/kota. Data yang terkumpul dipakai untuk menghitung pembiayaan per jenis layanan, bukan sekadar mencatat jumlah kunjungan pasien.
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny Lamadjido mengatakan pemetaan tersebut menjadi dasar perencanaan anggaran program pada tahun berikutnya.
"Kami memetakan 10 kasus penyakit terbanyak di puskesmas dan rumah sakit untuk menghitung serta merencanakan alokasi anggaran tahun berikutnya secara presisi," kata Reny di Palu.
Pemprov Sulteng menggandeng BPJS Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil untuk memperbarui data penerima program. Rekonsiliasi berjalan setiap bulan, bukan sekali di awal tahun anggaran.
Pembaruan data menyasar perubahan status penerima, termasuk warga yang meninggal dunia atau berpindah domisili. Tanpa pembaruan rutin, daftar penerima berisiko memuat nama yang sudah tidak lagi memenuhi kriteria.
Evaluasi pelaksanaan BERANI Sehat dijadwalkan setiap tiga bulan. Forum itu membahas dinamika lapangan, kendala penyaluran, hingga keluhan masyarakat yang harus segera diklarifikasi rumah sakit atau puskesmas terkait.
"Jadi evaluasi program BERANI Sehat akan dilakukan setiap tiga bulan sekali untuk membahas dinamika lapangan, merespons kendala, serta menindaklanjuti keluhan masyarakat agar segera diklarifikasi oleh pihak rumah sakit atau puskesmas," ucap Reny.
Menurut dia, evaluasi tersebut memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai kebutuhan masyarakat dan pembiayaan dapat direncanakan lebih tepat.
Dinas Kesehatan Sulawesi Tengah mencatat 207.000 warga sudah mendapat tanggungan pembiayaan kesehatan melalui BERANI Sehat sejak program diluncurkan pada 2025. Jumlah itu tersebar di seluruh kabupaten dan kota di provinsi tersebut.
Pemprov juga mengevaluasi pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis secara bertahap melalui fasilitas kesehatan dan puskesmas di 13 kabupaten/kota. Evaluasi CKG berjalan terpisah dari pemetaan penyakit BERANI Sehat, meski keduanya menyasar jaringan fasilitas kesehatan yang sama.
Hasil pemetaan 10 penyakit terbanyak akan menentukan besaran alokasi anggaran yang diajukan dalam perencanaan tahun berikutnya. Rekonsiliasi data penerima bersama BPJS Kesehatan dan tiga dinas terkait menjadi syarat sebelum angka pembiayaan final ditetapkan.