PALU — KADIN Sulawesi Tengah menandatangani Nota Kesepakatan Kerja Sama Hilirisasi Komoditas Unggulan bersama Surya Getto, yang kini menjabat Managing Director Nusantara King Fruit. Kesepakatan diteken di Hotel Best Western Plus Coco Palu pada 28 September 2026.
Empat KADIN kabupaten ikut terlibat dalam kerja sama ini, yakni KADIN Parigi Moutong, Poso, Morowali, dan Sigi. Mereka berperan sebagai penyedia komoditas dari daerah masing-masing.
Durian, kopi, kelapa, dan kakao dipilih sebagai komoditas utama yang akan diolah lebih lanjut. Keempatnya selama ini dikenal sebagai produk unggulan Sulawesi Tengah, tetapi sebagian besar masih dijual dalam bentuk bahan mentah.
Arah pengolahan itu ditegaskan dalam kerja sama tersebut. "Jadi tidak berhenti di jual bahan mentah. Kita dorong supaya ada produk, ada pengolahan, ada merek, dan ada pasar," demikian pernyataan yang menjadi arah utama pengembangan hilirisasi komoditas Sulawesi Tengah.
Salah satu konsep yang disiapkan adalah Ice Cream Nambaso. Produk ini dirancang memakai bahan baku lokal dengan varian rasa durian, kopi, kelapa, dan cokelat.
Konsep tersebut menggambarkan bagaimana empat komoditas unggulan bisa diolah menjadi produk konsumsi yang lebih dekat dengan pasar. Produk ini juga berpotensi dikembangkan sebagai produk khas daerah.
Surya Getto atau Surya Rama Paul Getto dilibatkan karena pengalamannya di sektor pengolahan buah dan rantai pasok dari hulu hingga hilir. Ia pernah menjabat Head of Upstream di TaniHub Group pada 2021–2022.
Ia juga lulusan magister Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan bidang Business Administration, Management, and Operations. Kini ia menjabat Managing Director Nusantara King Fruit.
Hilirisasi diarahkan menambah nilai ekonomi komoditas sebelum dijual ke pasar. Dengan adanya pengolahan, produk, merek, dan pasar, petani serta pelaku usaha daerah berpeluang mendapat harga lebih baik dibanding menjual bahan mentah.
Kesepakatan ini melibatkan empat kabupaten sekaligus, sehingga rantai pasok dari hulu bisa dibangun lebih terarah. Tahap berikutnya bergantung pada realisasi kerja sama antara KADIN daerah dan mitra industri.