Sirkuit Mandalika 4,3 Km dengan 17 Tikungan Siap Gelar MotoGP 2026

Penulis: Gunawan Susilo  •  Rabu, 30 September 2026 | 21:04:01 WIB
Sirkuit Mandalika sepanjang 4,3 kilometer dengan 17 tikungan bersiap menjadi tuan rumah MotoGP Indonesia 2026 pada 3–5 Oktober 2026.

SULAWESI TENGAH — Pertamina Mandalika International Circuit kembali menjadi tuan rumah MotoGP Indonesia 2026 yang dijadwalkan berlangsung 3–5 Oktober 2026. Lintasan sepanjang sekitar 4,3 kilometer dengan 17 tikungan itu memadukan karakter balap berkecepatan tinggi dengan panorama pesisir Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Kawasan Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, bersiap menerima rombongan MotoGP untuk seri Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Sirkuit ini bukan venue biasa karena berdiri di area pariwisata yang dikelilingi laut dan perbukitan, sebuah kombinasi yang jarang ditemui di kalender balap dunia.

Jelang balapan, sejumlah catatan teknis soal lintasan menjadi perhatian tersendiri bagi tim dan pembalap yang akan berlaga.

Panjang 4,3 Kilometer dengan 17 Tikungan

Mandalika memiliki panjang lintasan sekitar 4,3 kilometer dan 17 tikungan. Karakter tersebut menuntut pembalap mengombinasikan pengereman, akselerasi, dan kecepatan di sejumlah sektor lintasan.

Kombinasi tikungan cepat dan zona pengereman ketat membuat setiap sesi balapan punya tantangan berbeda. Penentuan strategi ban dan menjaga konsistensi sepanjang perlombaan menjadi kunci bagi setiap tim.

Lintasan Lurus 507 Meter Jadi Zona Krusial

Salah satu bagian yang paling diperhatikan adalah lintasan lurus sepanjang sekitar 507 meter. Di sektor ini pembalap bisa memaksimalkan performa mesin sebelum masuk ke zona pengereman dan tikungan berikutnya.

Bagi tim, area tersebut kerap menjadi penentu peluang menyalip. Pembalap yang mampu keluar dari tikungan terakhir dengan baik berpeluang besar memanfaatkan lintasan lurus untuk merebut posisi.

Panorama Laut dan Perbukitan, Pembeda dari Sirkuit Lain

Keunikan Mandalika terletak pada lokasinya di kawasan pariwisata dengan pemandangan laut dan perbukitan mengelilingi area lintasan. Kondisi ini membuatnya berbeda dari banyak sirkuit MotoGP lain yang umumnya berada di kawasan industri atau pinggiran kota.

Penonton tidak hanya disuguhkan persaingan para pembalap, tetapi juga panorama alam khas Lombok. Faktor inilah yang menjadikan Mandalika punya daya tarik ganda sebagai arena balap sekaligus tujuan wisata.

Dirancang sebagai Destinasi Sport Tourism

Mandalika dikembangkan bukan sekadar sebagai arena olahraga. Kawasan ini dirancang sebagai bagian dari destinasi sport tourism, sehingga kegiatan balap bisa berjalan beriringan dengan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, dan industri jasa.

Saat MotoGP berlangsung, kawasan sekitar sirkuit turut menjadi tujuan wisata dan pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Hotel, restoran, transportasi, jasa wisata, pedagang, hingga pelaku UMKM menjadi bagian dari ekosistem yang bergerak ketika event internasional digelar.

Dampak Ekonomi bagi Warga Lombok

Penyelenggaraan MotoGP memberikan dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi di sekitar kawasan. Event ini bukan hanya soal persaingan di atas lintasan, tetapi juga tentang bagaimana ajang olahraga internasional bisa memberi manfaat bagi masyarakat dan pariwisata daerah.

Dengan jadwal 3–5 Oktober 2026, Mandalika kembali membawa satu pesan penting: olahraga, pariwisata, dan ekonomi dapat bertemu dalam satu panggung internasional, dengan Lombok sebagai wajah Indonesia di hadapan dunia.

Reporter: Gunawan Susilo
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top