Pemerintah Kota Palu menggandeng PT Bank Tabungan Negara Tbk untuk memperluas akses kredit bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di kota itu. Kerja sama tersebut mencakup penguatan modal usaha, perluasan akses pasar lewat kanal digital, hingga pendampingan inkubator bisnis yang telah menjangkau lebih dari 1.000 pelaku UMKM. Penyaluran Kredit Usaha Rakyat BTN di Sulawesi Tengah tercatat Rp26,7 miliar, tumbuh 36,3 persen secara tahunan.
PALU — Wali Kota Palu Hadianto Rasyid menyebut BTN telah lama menjadi mitra pemerintah kota dalam mendampingi pengelolaan potensi daerah, termasuk penguatan UMKM dan digitalisasi pemerintahan. Menurut dia, salah satu fokus kerja sama tahun ini adalah penguatan e-government untuk memastikan layanan masyarakat dapat dipantau secara langsung.
"Untuk tahun ini, salah satunya adalah penguatan digitalisasi di bidang pemerintahan (e-government). Ini memberikan dampak layanan ke masyarakat. Alat ukurnya untuk memastikan layanan masyarakat dapat dipantau secara langsung," jelas Hadianto di Palu, Minggu.
Hadianto berharap kerja sama di sektor kredit usaha semakin memperkuat upaya pemerintah, sehingga manajemen usaha pelaku UMKM di Kota Palu bisa tumbuh dan berjalan dengan baik.
Program inkubator bisnis Pemkot Palu sejauh ini telah mendampingi lebih dari 1.000 pelaku UMKM. Dalam dua tahun terakhir, program yang sama juga menyalurkan penguatan modal usaha kepada sekitar 1.000 mahasiswa di kota tersebut.
Potensi pengembangan usaha kecil di Palu tergolong besar. Kementerian UMKM mencatat ada 33.935 UMKM di Kota Palu, angka yang menjadi dasar perluasan pembiayaan maupun pendampingan usaha.
Direktur Commercial Banking Bank BTN Hermita mengatakan perseroan tidak lagi hanya identik dengan pembiayaan rumah. BTN memperluas ekosistem melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha, termasuk mendorong perluasan akses pasar lewat kanal digital.
Transformasi itu diwujudkan melalui akad massal 2.577 debitur secara serentak di seluruh Indonesia, terdiri atas 1.009 debitur UMKM dan 1.568 debitur Kredit Pemilikan Rumah Subsidi.
"Khusus di Palu, akad dilakukan kepada 159 debitur, terdiri atas 111 debitur produk UMKM dan 48 debitur KPR Subsidi," ujar Hermita.
Hermita menegaskan BTN siap mendukung UMKM Kota Palu tumbuh lebih besar, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga nasional dan global. Perseroan mengaku telah menjalin kerja sama dengan sejumlah marketplace untuk memperluas jangkauan pasar.
Penyaluran Kredit Usaha Rakyat BTN di Sulawesi Tengah mencapai Rp26,7 miliar, tumbuh 36,3 persen secara tahunan. Selain itu, BTN telah menyalurkan Kredit Program Perumahan sebesar Rp123 miliar kepada 63 UMKM di Kota Palu sejak Oktober 2025, terutama pelaku usaha di sektor real estate dan konstruksi yang mendukung penyediaan perumahan.
Di sisi transaksi digital, sebanyak 2.957 UMKM di Palu telah bergabung dalam Bale Merchant UMKM BTN. Sebanyak 21 debitur UMKM juga tercatat naik kelas.
Kolaborasi Pemkot Palu dan BTN juga diwujudkan lewat kegiatan Gebyar UMKM yang menjadi bagian rangkaian HUT ke-48 Kota Palu. Kegiatan itu menghadirkan 89 tenant UMKM di Lapangan Vatulemo dan berlangsung hingga 30 September 2026.
Hermita menyebut komitmen tersebut merupakan bagian dari transformasi BTN dalam ekosistem Danantara Indonesia, memperluas manfaat perseroan dari pembiayaan rumah menjadi penggerak aktivitas usaha dan ekonomi masyarakat.