SULAWESI TENGAH — Tanaman terong yang rajin berbuah tidak muncul begitu saja, butuh perawatan tepat sejak awal tanam hingga masa panen. Mulai dari menjaga suhu tanah, memupuk sesuai fase tumbuh, sampai memasang penyangga, semua berpengaruh pada hasil panen.
Banyak pekebun rumahan mengeluh terongnya berbunga tapi buahnya jarang jadi. Padahal, masalahnya sering ada di perawatan dasar yang terlewat, bukan pada bibitnya. Tujuh langkah berikut bisa jadi panduan praktis merawat terong di pekarangan maupun lahan terbatas.
Terong menyukai kondisi hangat, dan suhu tanah yang terlalu rendah di awal pertumbuhan bisa menghambat perkembangan tanaman. Suhu tanah di atas 21 derajat Celsius disebut membantu pertumbuhan sebelum bibit dipindahkan.
Salah satu caranya, tutup permukaan tanah dengan plastik hitam beberapa minggu sebelum penanaman. Sesuaikan dengan kondisi lahan dan cuaca, serta hindari menanam saat kondisi masih terlalu dingin.
Nutrisi jadi bagian penting dalam perawatan terong, dan pemberiannya bisa disesuaikan dengan fase pertumbuhan. Pupuk cair organik seperti pupuk rumput laut atau kompos cair dapat diberikan rutin sejak masa pertumbuhan.
Ketika tanaman mulai berbunga, pupuk dengan kandungan kalium lebih tinggi membantu pembentukan bunga dan buah. Kompos juga bisa ditambahkan ke tanah sebelum penanaman untuk menjaga drainase dan mendukung pertumbuhan akar.
Bunga terong sebenarnya bisa menyerbuk sendiri. Namun di lokasi yang minim serangga penyerbuk, proses itu tidak selalu berjalan optimal.
Cara yang bisa dicoba adalah membantu penyebaran serbuk sari dengan getaran lembut. Tempelkan ujung sikat gigi elektrik sebentar pada tangkai bunga, terutama untuk tanaman di area tertutup atau pekarangan dengan sedikit aktivitas serangga.
Pemangkasan berguna mengatur pertumbuhan tanaman. Mencubit atau memangkas pucuk utama saat tanaman masih muda dapat merangsang munculnya cabang baru.
Tunas air dan daun bagian bawah yang mulai menguning juga bisa dipangkas. Tujuannya bukan memangkas sebanyak mungkin, melainkan menjaga pertumbuhan tetap terarah dan tidak punya terlalu banyak bagian kurang produktif.
Buah terong yang sudah siap panen sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama di tanaman. Memanen secara rutin membantu tanaman terus menghasilkan bunga dan buah baru.
Panenlah terong ketika ukurannya belum mencapai maksimal dan kulitnya masih tampak mengilap. Waktu panen tetap bisa berbeda tergantung varietas dan kondisi tanaman.
Tanaman yang menghasilkan banyak buah butuh penopang agar batang dan cabangnya tidak mudah merunduk atau patah. Penyangga bambu bisa dipasang ketika buah mulai membesar.
Penopang menjaga cabang tetap di atas tanah, terutama saat tanaman menghadapi angin, hujan, atau beban buah yang semakin berat. Posisi buah yang tidak menyentuh tanah juga mengurangi risiko buah rusak atau busuk.
Kekurangan air membuat tanaman stres. Pada masa berbunga, kondisi itu bisa menyebabkan bunga rontok sebelum berkembang menjadi buah.
Siram secara teratur dengan memperhatikan kondisi tanah dan cuaca. Kebutuhan air sekitar 5 cm per minggu, termasuk dari hujan maupun penyiraman tambahan, terutama saat masa berbunga dan pembentukan buah. Mulsa di sekitar pangkal tanaman membantu mempertahankan kelembapan sekaligus menekan pertumbuhan gulma.
Perawatan terong perlu disesuaikan dengan kondisi tanaman, tanah, cuaca, dan usia tanam. Tujuh langkah di atas bisa jadi titik awal, tapi pengamatan rutin tetap kunci agar terong tumbuh sehat dan rajin berbuah.