SULAWESI TENGAH — Tim bulu tangkis beregu putri Indonesia menantang China pada semifinal Asian Games 2026 di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Rabu (23/9), mulai pukul 07:30 WIB. PBSI mengubah komposisi tunggal putri kedua dengan menurunkan Mutiara Ayu Puspitasari menggantikan Thalita Ramadhani Wiryawan yang tampil saat mengalahkan Taiwan di perempat final.
Partai pertama membuka jalan bagi Indonesia lewat Putri Kusuma Wardani di tunggal putri. Putri KW, yang tetap dipercaya sebagai andalan, langsung menghadapi Wang Zhiyi. Duel ini menjadi penentu nada pertandingan sebelum sektor ganda masuk.
Pada partai kedua, Rachel Allesya Rose/Febi Setianingrum diturunkan di ganda putri menghadapi Liu Sheng Su/Tan Ning. Pasangan ini jadi tumpuan Indonesia untuk mencuri poin di sektor ganda pertama.
Perubahan susunan terjadi di partai ketiga. Saat mengalahkan Taiwan di perempat final, PBSI memainkan Thalita Ramadhani Wiryawan. Menghadapi China, Indonesia beralih ke Mutiara Ayu Puspitasari.
Mutiara akan berhadapan dengan Chen Yu Fei, tunggal putri yang punya pengalaman panjang di level internasional. Keputusan ini menjadi salah satu poin krusial dalam strategi tim Merah Putih.
Di sektor ganda putri kedua, Indonesia mengandalkan Febriana Dwipuji Kusuma/Siti Fadia Silva Ramadhanti. Duet Ana/Siti Fadia ini menghadapi Jia Yi Fan/Zhang Shu Xian.
Partai keempat ini menentukan apakah pertandingan berlanjut ke partai kelima atau tidak. Kekuatan ganda China di sektor ini sudah teruji di berbagai turnamen bergengsi.
Jika pertandingan berlanjut ke partai kelima, Indonesia memainkan Ni Kadek Dhinda Amartya di tunggal putri ketiga. Kadek Dhinda akan menghadapi Han Yue.
Partai kelima menjadi penentu siapa yang melaju ke final. Tekanan di partai ini biasanya berbeda karena seluruh hasil bergantung pada satu pertandingan.
Pertandingan Indonesia vs China digelar di Ichinomiya City Municipal Gymnasium pada Rabu (23/9) pukul 07:30 WIB. Pemenang laga ini melaju ke final beregu putri Asian Games 2026.