Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS) III Palu mencatat elevasi muka air Danau Poso turun sekitar dua meter akibat kemarau panjang. Penurunan ini berpotensi mengganggu produksi energi listrik PLTA Poso Energy yang memasok sebagian besar kebutuhan listrik di Sulawesi Tengah dan sekitarnya.
PALU — Kepala BWSS III Medya Ramdhan mengungkapkan elevasi muka air Danau Poso tercatat berada di angka 510,267 meter. Angka tersebut turun kurang lebih 2 meter dari muka air tertinggi sebelumnya yang mencapai sekitar 512,2 meter.
“Berdasarkan data pemantauan terakhir, elevasi muka air Danau Poso tercatat sekitar 510,267 meter, atau mengalami penurunan kurang lebih 2 meter dibandingkan muka air tertinggi sebelumnya, yang mencapai sekitar 512,2 meter,” kata Medya saat dihubungi dari Palu, Selasa.
Medya menjelaskan pihaknya tidak tinggal diam. BWSS III Palu tetap melakukan evaluasi secara berkala dengan memperhatikan perkembangan hidrologi, curah hujan, serta kondisi inflow–outflow dan kawasan sekitar danau.
Penurunan elevasi ini diakuinya dapat berpengaruh terhadap ketersediaan air yang dimanfaatkan untuk pembangkit PLTA Poso Energy. “Itu dapat memberikan pengaruh terhadap produksi energi listrik,” ujar dia.
Manager PT Poso Energy Asmaruddin menjelaskan fenomena El Nino pada musim kemarau semester II 2026 menyebabkan curah hujan di wilayah Danau Poso berkurang. Akibatnya, elevasi danau berada pada posisi lebih rendah dibandingkan musim kemarau tahun-tahun sebelumnya.
Kondisi itu memengaruhi pola operasi waduk. Meski demikian, perusahaannya berkomitmen penuh mengupayakan produksi energi listrik tetap terpenuhi sesuai rencana.
“Jika akhir Oktober sampai Desember sudah masuk musim penghujan dengan intensitas di atas normal, produksi energi masih bisa terpenuhi sesuai rencana. Namun jika intensitas hujan di bawah normal, pasokan listrik berpotensi berkurang,” katanya.
PT Poso Energy sebelumnya telah mengatur porsi energi listrik dari PLTA di Kabupaten Poso untuk disuplai kepada PLN. Langkah ini dilakukan guna menjaga stabilitas pasokan selama menghadapi El Nino.
Berdasarkan data Poso Energy, kapasitas listrik terpasang sebesar 515 megawatt (MW) dihasilkan PLTA Poso. Listrik tersebut kemudian disalurkan dan didistribusikan oleh PLN untuk melayani kebutuhan masyarakat maupun sektor industri di Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara.