PALU — Prosesi wisuda yang berlangsung khidmat itu dipandu dalam dua bahasa, Indonesia dan Inggris, memberi nuansa akademik yang kuat. Ribuan wisudawan dari program sarjana dan pascasarjana resmi menyandang gelar barunya di hadapan jajaran Forkopimda Sulteng, Ketua DPP Muhammadiyah, serta para guru besar.
Bagi Bung Arus, sapaan akrabnya, momen ini bukan sekadar seremoni kelulusan. Ia menilai perguruan tinggi memegang peran strategis dalam menyiapkan SDM unggul untuk menopang pembangunan daerah.
Arus menekankan bahwa pembangunan Sulawesi Tengah tidak bisa hanya bertumpu pada kekayaan sumber daya alam. Menurutnya, kualitas sumber daya manusia menjadi modal penting untuk mengelola potensi daerah secara profesional, inovatif, dan berkelanjutan.
"Ilmu, pengalaman, dan kompetensi yang diperoleh harus diterapkan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat, daerah, dan bangsa," ujarnya menegaskan.
Di tengah laju perkembangan Sulteng yang pesat, kebutuhan akan tenaga kompeten menjadi faktor krusial. Para lulusan diharapkan adaptif dan memiliki daya saing untuk mengisi ruang tersebut.
Wisuda ini menjadi penanda berakhirnya satu tahapan pendidikan sekaligus gerbang awal memasuki dunia profesional. Para alumni diharapkan mengambil peran di berbagai bidang dan menjadi agen perubahan positif.
Kehadiran Ketua DPRD Sulteng dalam prosesi tersebut mencerminkan pentingnya sinergi antara dunia pendidikan dan pemerintahan. Kolaborasi ini dinilai kunci dalam menyiapkan generasi muda yang berkapasitas, berkarakter, dan mampu menjawab tantangan pembangunan daerah ke depan.
Orang tua dan keluarga yang hadir tampak larut dalam kebanggaan menyaksikan prosesi sakral tersebut. Suasana akademik yang tertib dan elegan mewarnai seluruh rangkaian acara hingga usai.