SULAWESI TENGAH — Koreksi harga emas Antam ini juga diikuti oleh penurunan harga buyback atau nilai yang diterima konsumen saat menjual kembali logam mulianya. Harga buyback Antam kini berada di level Rp 2.480.000 per gram, turun Rp 10.000 dari perdagangan sebelumnya.
Penurunan ini memutus tren positif emas Antam yang sempat melesat. Sebagai gambaran, harga emas Antam sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang sejarah (all-time high) pada Kamis (29/1/2026) lalu di level Rp 3.168.000 per gram.
Berdasarkan laman resmi logammulia.com, berikut rincian lengkap harga emas Antam untuk berbagai ukuran pada Selasa (8/9/2026):
Di sisi lain, PT Pegadaian (Persero) menawarkan harga yang sedikit berbeda untuk tiga produk logam mulia andalannya. Emas batangan Antam di Pegadaian dipatok Rp 2.667.000 per gram, lebih mahal Rp 40.000 dibandingkan harga resmi di logammulia.com.
Adapun emas produksi UBS dijual dengan harga Rp 2.629.000 per gram, sementara produk emas Galeri24 menjadi pilihan paling ekonomis dengan banderol Rp 2.587.000 per gram. Ketiga produk ini tersedia dalam berbagai ukuran, mulai dari 0,5 gram hingga 1 kilogram.
Menguatnya harga emas dunia terjadi seiring indeks dolar AS yang melemah 0,4 persen, membuat logam mulia lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lainnya. Harga emas spot naik 0,6 persen menjadi US$ 4.429,89 per ons pada perdagangan Selasa pagi waktu setempat.
Namun, pergerakan ini masih dibayangi ketidakpastian kebijakan moneter The Fed. Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar melihat peluang 60 persen untuk kenaikan suku bunga pada pertemuan kebijakan pekan depan. Suku bunga yang tinggi cenderung menekan daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil.
"Emas masih terjebak dalam pertarungan antara pembeli dan penjual, di mana tidak ada pihak yang menunjukkan keyakinan cukup kuat untuk mendorong pergerakan arah yang berkelanjutan," ujar Kepala Riset Pepperstone Group, Chris Weston.
Faktor geopolitik juga ikut mewarnai pergerakan harga. Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat yang kembali memanas setelah Iran menembakkan rudal ke arah kapal perang AS menambah risiko eskalasi konflik, yang biasanya mendorong permintaan emas sebagai aset safe haven.