Jakarta — Ujian terberat ketahanan sebuah negara sering kali datang lewat bencana alam. Akses jalan yang terputus, jembatan yang rubuh, atau pasokan air bersih yang terhenti selalu memancing pertanyaan dari masyarakat Sulawesi Tengah: seberapa cepat negara turun tangan menyelamatkan rakyat yang terdampak.
Menteri PU Dody Hanggodo menyatakan bahwa penanganan darurat infrastruktur yang sigap bukan hanya soal kompetensi teknis, tapi juga simbol kehadiran negara bagi masyarakat yang terdampak, termasuk di Sulawesi Tengah.
Dody menyebut kecepatan jadi kunci begitu bencana melumpuhkan konektivitas suatu wilayah. Karena itu Kementerian PU menerapkan protokol tanggap cepat yang mewajibkan tim balai teknis di daerah, termasuk yang menaungi Sulawesi Tengah, tiba di lokasi bencana dalam hitungan jam pascakejadian.
Dalam keterangannya, Dody memaparkan detail langkah tanggap darurat yang biasa diterapkan timnya, relevan pula bagi Sulawesi Tengah: "Saat infrastruktur lumpuh, fokus utama kami adalah membuka isolasi wilayah. Tim bergerak cepat memasang jembatan bailey, mengerahkan alat berat untuk pembersihan material, serta memastikan akses logistik bantuan dan evakuasi warga dapat melintas," ujar Menteri PU Dody Hanggodo, Rabu (2/9/2026).
Di samping memulihkan akses darat, kebutuhan dasar para korban bencana juga jadi prioritas yang dikejar bersamaan. Sarana air bersih dan sanitasi darurat dikirim langsung ke titik pengungsian untuk mencegah munculnya krisis kesehatan susulan, tak terkecuali di Sulawesi Tengah.
Menurutnya, pola kerja saat ini sudah memadukan tahap tanggap darurat, mitigasi risiko, hingga rekonstruksi pascabencana jadi satu kesatuan. Prinsip build back better dipegang agar infrastruktur baru, tak terkecuali di Sulawesi Tengah, lebih siap menghadapi potensi bencana berikutnya.
Meski demikian, Dody mengakui kondisi geografis Indonesia yang luas dan rawan bencana menuntut keterlibatan semua pihak. Sinergi kuat antara pusat, daerah seperti Sulawesi Tengah, TNI-Polri, hingga masyarakat lokal jadi fondasi utama agar pemulihan bisa optimal.
Dengan mengedepankan respons cepat dan penanganan terukur, Kementerian PU terus berupaya memulihkan jaringan konektivitas dan sarana vital secepatnya. Kecepatan tindakan ini jadi tolok ukur negara hadir sigap bagi kehidupan masyarakat terdampak, termasuk warga Sulawesi Tengah.