PALU — Keputusan memilih pesantren membawa dampak jangka panjang bagi anak dan keluarga. Di Sulawesi Tengah, tradisi pendidikan Islam yang kuat tersebar melalui jaringan Alkhairaat dan pondok pesantren di Palu, Sigi, Poso, Parigi Moutong, Banggai, serta daerah lainnya.
Di Kota Palu saja, Kementerian Agama pernah mencatat 16 pesantren yang menerima pembaruan piagam statistik sebagai bukti legalitas dan izin operasional. Daftar tersebut antara lain mencakup Pesantren Asshabul Qur’an, Nurul Falah, Darul Ulum, Putri Al-Khairaat, Ribath Istiqlab, Ummul Khairat, Hikmatus Sunnah, Hidayatullah, Manba’us Sholihin, Putra Al-Khairaat, Darul Iman Palu, An-Nurbuuts, Al-Anshar, dan Shirathal Mustakim.
Kualitas pesantren tidak diukur dari bangunan besar, melainkan dari lima indikator objektif. Pertama, legalitas pesantren yang harus memiliki izin dari Kementerian Agama. Kedua, akreditasi satuan pendidikan seperti MTs atau MA. Ketiga, keseimbangan kurikulum yang mencakup agama, akademik umum, bahasa, teknologi, dan keterampilan. Keempat, kualitas kehidupan asrama meliputi jadwal harian, pengawasan, kebersihan, makanan, kesehatan, dan aturan santri. Kelima, rekam jejak prestasi santri baik akademik, bahasa, tahfiz, olahraga, seni, hingga kompetisi keagamaan.
Kementerian Agama Sulawesi Tengah pada akhir 2025 juga menjelaskan persyaratan baru pengajuan keberadaan pesantren. Syarat tersebut mencakup komitmen perlindungan hak santri serta sarana seperti masjid atau musala, asrama, ruang belajar, dapur, dan MCK yang aman, nyaman, dan memadai. Ini penting karena santri menghabiskan banyak waktu di kamar, masjid, ruang makan, dan ruang bersama lainnya.
Pondok Pesantren Putera Alkhairaat Pusat Palu menawarkan dampak akademik yang terukur. Data satuan pendidikan Kemendikdasmen mencatat lembaga ini berstatus swasta dengan akreditasi A berdasarkan SK Nomor 024/BAN-PDM/SK/2026. Pada Juli 2026, lima santri Alkhairaat Palu meraih juara dalam Olimpiade Bahasa Arab tingkat Kota Palu dan melaju ke tingkat Provinsi, baik untuk kategori SMA sederajat maupun SMP sederajat.
Pondok Pesantren Alkhairaat Madinatul Ilmi Dolo di Kotarindau, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, membuka penerimaan santri baru 2026/2027 untuk jenjang MTs dan MA putra. Sistem pendidikannya memadukan kurikulum Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan, Yayasan Alkhairaat, dan pesantren. Data Kemendikdasmen mencatat MTs-nya berakreditasi B. Ekosistem alumni pesantren ini aktif, terbukti saat Multaqa Alumni HAAMID pada Agustus 2026 membahas kaderisasi guru dan wakaf produktif.
Pondok Pesantren Modern Al-Istiqamah Ngatabaru di Kabupaten Sigi menunjukkan dampak melalui prestasi dan ekspansi. Santrinya meraih juara pertama kategori Ulya di ajang MQK tingkat Provinsi 2021. Salah satu santrinya pernah mendapat beasiswa santri berprestasi ke UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Lembaga ini membuka cabang di Padungnyo, Kabupaten Banggai, yang memulai kegiatan belajar mengajar pada Agustus 2024 setelah pembangunan sekitar satu tahun di atas lahan wakaf sekitar lima hektare.
Untuk lulusan SD atau MI, orang tua perlu memeriksa sistem MTs, pendampingan santri usia awal remaja, pola komunikasi dengan pengasuh, jadwal belajar, kualitas makanan, sistem kesehatan, dan pengawasan gawai. Pada usia ini, kemampuan adaptasi anak menjadi kunci; pesantren berdisiplin tinggi belum tentu cocok bila pendampingannya tidak sesuai karakter.
Untuk lulusan SMP atau MTs, pertimbangan diperluas ke MA atau SMA, program tahfiz, bahasa Arab dan Inggris, persiapan perguruan tinggi, olimpiade akademik, organisasi santri, kepemimpinan, dan keterampilan. Masa aliyah adalah fase strategis, sehingga informasi alumni dan jalur studi lanjut sangat berharga.
Kurikulum adalah jantung pendidikan pesantren. Orang tua perlu menanyakan jam pelajaran umum, waktu kajian kitab, ketersediaan bahasa asing, program tahfiz, persiapan ujian, laboratorium, penggunaan teknologi, dan ekstrakurikuler. Untuk pesantren modern, keseimbangan antara hafalan, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, dan adaptasi menjadi kata kunci.
Jadwal harian memperlihatkan realitas pendidikan. Periksa waktu bangun, salat Subuh, kajian pagi, sekolah formal, istirahat, pembelajaran diniyah, tahfiz, olahraga, salat Magrib dan Isya, belajar malam, hingga waktu tidur. Tidak ada satu jadwal wajib, tetapi keseimbangan antara belajar, ibadah, istirahat, aktivitas fisik, dan sosial sangat penting.
Survei sebaiknya dilakukan sebelum mengisi formulir. Saat kunjungan, lihat kamar asrama, ventilasi, kepadatan, jumlah santri per kamar, kamar mandi, menu makanan, ruang belajar, dan fasilitas kesehatan. Tanyakan prosedur saat santri sakit, mekanisme izin pulang, aturan penggunaan telepon genggam, dan mekanisme pengaduan.
Kesehatan mental dan perlindungan santri tidak boleh diabaikan. Tanyakan penanganan perundungan, siapa pembina kamar, prosedur pengaduan, keberadaan konselor, cara menangani konflik, komunikasi dengan pengasuh, dan prosedur saat santri mengalami tekanan psikologis. Persyaratan Kementerian Agama menekankan perlindungan hak santri sesuai usia demi rasa aman.
Biaya pesantren tidak hanya uang pangkal. Buat daftar lengkap: uang pendaftaran, pembangunan, SPP bulanan, biaya makan, asrama, seragam, buku, kegiatan tahunan, kesehatan, transportasi kepulangan, serta biaya ujian atau kegiatan khusus. Setelah dijumlahkan, baru terlihat biaya riil selama satu tahun.
Tidak ada satu peringkat resmi untuk semua kebutuhan. Putera Alkhairaat Pusat Palu, Alkhairaat Madinatul Ilmi Dolo, dan Al-Istiqamah Ngatabaru layak dijadikan kandidat survei berdasarkan legalitas, akreditasi, sejarah, dan prestasi.
Tidak. Akreditasi hanya salah satu indikator mutu, bukan jaminan seluruh aspek kehidupan asrama cocok untuk setiap santri.
Tidak. Banyak pesantren memadukan pendidikan agama dengan pendidikan umum, bahasa, sains, teknologi, organisasi, dan persiapan perguruan tinggi.
Pada akhirnya, memilih pesantren bukan tentang mencari nama terkenal, melainkan menemukan rumah pendidikan yang menumbuhkan ilmu sekaligus hati, tempat anak belajar bangun sebelum matahari, hidup bersama orang lain, dan menemukan arah hidup.