SMK Go Global Sulteng Siapkan 220 Calon Pekerja Migran ke Taiwan, Jepang, dan Korea, Pelatihan Gratis 3 Bulan

Penulis: Irfan Hakim  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 00:16:32 WIB
calon pekerja migran asal Sulawesi Tengah mengikuti pelatihan gratis Program SMK Go Global selama tiga bulan di Palu.

Sebanyak 220 calon pekerja migran Indonesia (PMI) asal Sulawesi Tengah lolos seleksi dan kini menjalani pelatihan gratis melalui Program SMK Go Global. Program yang digarap Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Tengah ini mempersiapkan mereka untuk ditempatkan di Taiwan, Jepang, Malaysia, dan Korea Selatan.

PALU — BP3MI Sulawesi Tengah memastikan 220 calon pekerja migran Indonesia (PMI) yang mengikuti Program SMK Go Global tidak hanya dibekali keterampilan, tetapi juga kepastian penempatan kerja di luar negeri. Program ini menyasar lulusan SMK dan umum yang ingin bekerja secara legal dan terampil.

Kepala BP3MI Sulawesi Tengah, Mustaqim Ode Musna, menegaskan pelatihan ini merupakan arahan presiden untuk menyiapkan 500 ribu tenaga kerja Indonesia, terdiri atas 300 ribu calon PMI lulusan SMK dan 200 ribu lulusan umum.

“Makanya program ini tidak hanya sekadar melakukan pelatihan, tapi kita juga harus memastikan mereka yang dilatih itu betul-betul sudah disediakan kesempatan kerjanya,” kata Mustaqim di Palu, Rabu.

11 Paket Pelatihan dan Bidang Keahlian yang Disiapkan

Peserta yang dinyatakan lolos akan mengikuti 11 paket pelatihan yang terbagi dalam dua batch. Batch pertama diikuti 140 peserta dalam tujuh paket, sedangkan sisanya mengikuti batch kedua.

Setiap kelas pelatihan diisi 20 peserta dengan total alokasi anggaran mencapai Rp4,1 miliar untuk 11 kelas di Sulawesi Tengah.

Pelatihan berlangsung selama tiga bulan dengan fokus pada bidang yang banyak dibutuhkan pasar kerja global, yakni:

  • Caregiver (perawat lansia)
  • Spa therapist
  • Housekeeping
  • Welder (pengelasan)
  • ABK sea-based (awak kapal)

Seleksi Ketat dari 1.750 Pendaftar

Antusiasme masyarakat Sulawesi Tengah terhadap program ini cukup tinggi. Tercatat 1.750 orang mendaftar, namun setelah melalui verifikasi dokumen, hanya 520 orang yang berlanjut ke tahap wawancara.

Wawancara dilakukan secara luring di kantor BP3MI maupun daring. Dari proses tersebut, akhirnya ditetapkan 220 peserta yang dianggap paling siap mengikuti pelatihan intensif.

Negara Tujuan Penempatan Kerja

Setelah menyelesaikan pelatihan, para peserta akan dipersiapkan untuk ditempatkan di sejumlah negara sesuai dengan bidang keahlian masing-masing. Negara tujuan yang sudah disiapkan antara lain Taiwan, Jepang, Malaysia, dan Korea Selatan.

Program ini menjadi pintu masuk bagi lulusan SMK di Sulawesi Tengah untuk bersaing di pasar tenaga kerja internasional tanpa harus melalui jalur non-prosedural. Dengan pelatihan yang terstandar, para calon PMI diharapkan memiliki daya tawar yang lebih baik dan perlindungan hukum yang jelas selama bekerja di luar negeri.

Reporter: Irfan Hakim
Sumber: sulteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top