UMK Sulawesi Tengah Terbaru 2025 dan Riwayat Kenaikannya dari Tahun ke Tahun

Penulis: Faizal Ramadhan  •  Jumat, 24 Juli 2026 | 11:34:31 WIB
Pekerja beraktivitas di kawasan industri pertambangan di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

Pekerja dan pengusaha di Sulawesi Tengah patut mencermati angka-angka baru ini. Penetapan UMK 2025 menjadi acuan utama dalam perundingan upah di tingkat perusahaan, terutama di sektor pertambangan, perkebunan, dan jasa yang mendominasi perekonomian daerah. Data ini bersumber dari Keputusan Gubernur Sulawesi Tengah yang diterbitkan pada akhir 2024.

Riwayat kenaikan UMK di wilayah ini menunjukkan pola yang fluktuatif. Beberapa daerah seperti Kota Palu dan Kabupaten Morowali selalu menjadi yang tertinggi, sementara daerah agraris seperti Banggai Kepulauan kerap berada di posisi bawah. Berikut rinciannya untuk 2025 dan perbandingannya dengan tahun-tahun sebelumnya.

Daftar UMK Sulawesi Tengah 2025

Berdasarkan surat keputusan gubernur, berikut nominal UMK 2025 untuk setiap kabupaten/kota. Angka ini berlaku sejak 1 Januari 2025.

  • Kota Palu: Rp3.527.282
  • Kabupaten Morowali: Rp3.450.000
  • Kabupaten Banggai: Rp3.200.000
  • Kabupaten Poso: Rp3.100.000
  • Kabupaten Tojo Una-Una: Rp3.050.000
  • Kabupaten Sigi: Rp3.000.000
  • Kabupaten Parigi Moutong: Rp2.950.000
  • Kabupaten Donggala: Rp2.900.000
  • Kabupaten Tolitoli: Rp2.850.000
  • Kabupaten Buol: Rp2.800.000
  • Kabupaten Banggai Laut: Rp2.750.000
  • Kabupaten Banggai Kepulauan: Rp2.700.000
  • Kabupaten Morowali Utara: Rp2.650.000

Perbedaan mencolok terlihat antara Kota Palu dan Morowali Utara. Selisihnya mencapai lebih dari Rp877 ribu, mencerminkan disparitas biaya hidup dan struktur industri antarwilayah.

Riwayat Kenaikan UMK 2021–2025

Melihat tren lima tahun ke belakang memberi gambaran lebih utuh. Data menunjukkan kenaikan paling signifikan terjadi pada 2023, ketika pemerintah pusat menerapkan formula upah baru berdasarkan PP No. 51/2023.

  • 2021: Rata-rata UMK di Sulawesi Tengah hanya berkisar Rp2,5–2,8 juta. Masa pandemi membuat kenaikan sangat minimal, bahkan ada daerah yang tidak naik.
  • 2022: Mulai ada pemulihan. Kenaikan berkisar 3–5 persen dari tahun sebelumnya. Kota Palu menembus Rp3 juta untuk pertama kalinya.
  • 2023: Lompatan besar. Formula baru menyebabkan kenaikan hingga 10–12 persen di beberapa daerah, terutama Morowali dan Banggai yang terdampak industri nikel.
  • 2024: Stabilisasi. Kenaikan lebih moderat, rata-rata 5–7 persen, mengikuti inflasi daerah.
  • 2025: Kenaikan kembali landai. Rata-rata hanya 3–5 persen, dengan nominal tertinggi tetap di Kota Palu.

Kenaikan 2023 menjadi momen krusial. Banyak perusahaan tambang di Morowali sempat mengajukan penangguhan, namun pemerintah provinsi tetap mempertahankan keputusan.

Faktor yang Mempengaruhi Besaran UMK

Ada tiga variabel utama yang menentukan angka akhir UMK setiap tahun. Pertama, inflasi daerah yang diukur Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tengah. Kedua, pertumbuhan ekonomi kabupaten/kota. Ketiga, formula upah minimum dari pemerintah pusat yang berubah pada 2023.

Di Sulawesi Tengah, sektor pertambangan nikel di Morowali dan Banggai menjadi pendorong utama kenaikan upah. Sebaliknya, daerah agraris seperti Banggai Kepulauan dan Buol lebih bergantung pada sektor perikanan dan perkebunan, yang pertumbuhannya lebih lambat.

Kota Palu sebagai pusat pemerintahan dan jasa memiliki UMK tertinggi. Biaya hidup di ibu kota provinsi ini memang lebih tinggi, terutama untuk sewa rumah dan transportasi.

Dampak Kenaikan UMK bagi Pekerja dan Pengusaha

Bagi pekerja, kenaikan UMK berarti daya beli yang sedikit membaik. Namun, di lapangan, banyak perusahaan di luar sektor tambang yang masih kesulitan menyesuaikan. Beberapa usaha kecil di Palu dan Parigi Moutong terpaksa mengurangi jam kerja atau jumlah karyawan.

Pengusaha di sektor perdagangan dan jasa mengeluhkan margin yang tipis. Mereka berharap ada kebijakan insentif dari pemerintah daerah, seperti keringanan pajak atau kemudahan perizinan, untuk mengimbangi beban upah baru.

Serikat pekerja di Sulawesi Tengah menilai kenaikan 2025 belum cukup. Mereka mendorong evaluasi formula upah agar lebih responsif terhadap kebutuhan hidup layak (KHL) yang nyata di pasar.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

1. Kapan UMK Sulawesi Tengah 2025 mulai berlaku?
UMK 2025 berlaku efektif sejak 1 Januari 2025. Perusahaan wajib membayar upah sesuai nominal yang ditetapkan sejak tanggal tersebut.

2. Apakah UMK berbeda untuk setiap sektor industri?
Tidak. UMK bersifat tunggal untuk seluruh sektor di satu kabupaten/kota. Namun, perusahaan bisa memiliki upah di atas UMK melalui perundingan bipartit atau perjanjian kerja bersama.

3. Bagaimana cara mengecek UMK daerah lain di Sulawesi Tengah?
Informasi resmi bisa diakses melalui website Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Tengah. Data juga tersedia di kantor dinas tenaga kerja setempat.

4. Apakah ada sanksi bagi perusahaan yang tidak membayar UMK?
Ada. Pengawas ketenagakerjaan bisa memberikan sanksi administratif hingga pidana bagi perusahaan yang melanggar. Pekerja juga bisa melapor ke posko pengaduan upah di setiap kabupaten/kota.

5. Mengapa UMK Kota Palu selalu paling tinggi?
Kota Palu memiliki biaya hidup tertinggi di Sulawesi Tengah, terutama untuk perumahan dan transportasi. Selain itu, struktur ekonomi kota yang berbasis jasa dan perdagangan juga mendorong upah lebih tinggi.

Penetapan UMK setiap tahun adalah hasil negosiasi antara pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja. Angka-angka di atas adalah patokan minimum — perusahaan yang mampu wajib membayar lebih. Pekerja di Sulawesi Tengah disarankan untuk aktif memantau pengumuman resmi dan memahami hak-haknya sesuai peraturan perundang-undangan.

Reporter: Faizal Ramadhan
Back to top