PALU — Harga TBS sawit di Sulawesi Tengah merosot tajam hingga Rp500 per kilogram dalam tiga hari terakhir, dipicu oleh pengumuman rencana pembentukan BUMN Ekspor Komoditas Strategis oleh pemerintah pusat. Rata-rata harga beli di tingkat petani swadaya kini berada di kisaran Rp2.300 hingga Rp2.600 per kg per Jumat (22/5/2026).
Ketua DPW APKASINDO Sulawesi Tengah, Siswanto, mengaku heran dengan respons cepat pabrik sawit di wilayahnya yang langsung memangkas harga beli. Padahal, kebijakan tersebut baru sebatas pengumuman dan belum memiliki regulasi teknis yang jelas.
Siswanto menjelaskan, selain harga yang anjlok, petani juga dihadapkan pada kendala operasional di pabrik kelapa sawit setempat. Meski secara resmi tidak ada pembatasan kuota penerimaan TBS, di lapangan terjadi antrean truk pengangkut yang sangat panjang.
“Kondisi ini diperparah oleh adanya kerusakan teknis pada mesin atau fasilitas di hampir semua pabrik kelapa sawit di wilayah tersebut, sehingga proses bongkar muat menjadi terhambat dan memicu antrean yang kian mengular,” ujar Siswanto.
Masalah antrean kian pelik karena mayoritas truk yang mengantre di pabrik PT Sawit Jaya Abadi 2 (SJA 2) di Poso justru berasal dari Provinsi Sulawesi Selatan. Siswanto menuturkan, petani dari luar daerah sengaja mengirimkan buahnya ke Sulawesi Tengah lantaran harga TBS di provinsi ini dinilai masih jauh lebih tinggi dibandingkan harga di Sulsel.
Akibatnya, para petani lokal Sulawesi Tengah terpaksa ikut terjebak dalam antrean panjang yang sama, memperlambat waktu bongkar muat dan menambah biaya operasional mereka.
Siswanto menyayangkan langkah pabrik yang langsung memangkas harga padahal regulasi pembentukan BUMN Ekspor Komoditas Strategis belum resmi diterbitkan. Ia mendesak pemerintah daerah untuk segera berkoordinasi dengan pihak pabrik dan kementerian terkait guna menstabilkan harga di tingkat petani.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Tengah maupun pabrik kelapa sawit yang disebutkan mengenai langkah antisipasi terhadap kondisi ini.