PALU — Musyawarah Provinsi (Muprov) VIII Kadin Sulawesi Tengah memutuskan pemimpin baru untuk lima tahun ke depan. Gufran Ahmad keluar sebagai pemenang setelah meraup 30 suara dari total 60 suara yang diperebutkan.
Dua kandidat lainnya, Endi Hermawan, harus puas dengan 27 suara, sementara petahana HM Nur Dg Rahmatu hanya mengantongi 3 suara. Proses pemilihan berlangsung demokratis dan penuh dinamika.
Selisih suara yang tipis antara Gufran dan Endi Hermawan menunjukkan kompetisi yang ketat. Namun, Gufran menekankan bahwa pertarungan ini adalah bagian dari proses demokrasi organisasi yang sehat.
“Ini suatu bentuk penghargaan bagi kami, bahwa proses Musyawarah Provinsi Kadin Sulawesi Tengah berlangsung sangat baik dan demokratis. Alhamdulillah saya dipercaya menjadi Ketua Kadin Provinsi Sulawesi Tengah,” ujar Gufran kepada wartawan usai penetapan.
Dalam pidato perdananya, Gufran menegaskan komitmennya menjadikan Kadin sebagai wadah bagi seluruh pengusaha, tanpa terkecuali. Ia ingin merangkul tidak hanya pengusaha besar, tetapi juga pelaku UMKM di kabupaten dan kota.
“Tagline kami adalah rumah besar Kadin. Semua pengusaha dan dunia usaha harus merasa menjadi bagian dari organisasi ini. Saya kira saatnya Kadin Sulawesi Tengah berubah menjadi lebih baik lagi,” tegasnya.
Menurutnya, organisasi sebesar Kadin tidak bisa dibangun oleh satu kelompok. Kolaborasi dan komunikasi yang kuat menjadi fondasi utama yang ia canangkan untuk lima tahun ke depan.
Di tengah euforia kemenangan, Gufran menunjukkan sikap legawa. Ia menyampaikan apresiasi kepada HM Nur Dg Rahmatu yang dinilai telah membawa Kadin Sulteng berkembang selama periode sebelumnya.
“Selama kepemimpinan beliau, kerja-kerja Kadin Sulawesi Tengah cukup baik. Itu menjadi pelajaran berharga bagi kami yang lebih muda. Kami berharap kanda Nur Rahmatu tetap mengawal dan membantu kepengurusan ke depan,” katanya.
Terpilihnya Gufran menjadi penanda harapan baru bagi dunia usaha di Sulawesi Tengah. Di tengah tantangan ekonomi nasional dan kebutuhan penguatan investasi daerah, Kadin diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah.
Gufran berjanji akan mendorong iklim usaha yang lebih kondusif. Ia juga ingin memastikan Kadin tidak hanya menjadi organisasi elite, tetapi benar-benar menjadi rumah besar bagi semua pelaku ekonomi di provinsi tersebut.