905 Rumah di Desa Pelosok Sulteng Kini Terang Berkat Program Berani Menyala, Target 1.017 Sambungan Baru di 2026

Penulis: Joko Purnomo  •  Selasa, 19 Mei 2026 | 15:16:01 WIB
rumah di Desa Pelosok Sulteng kini teraliri listrik melalui Program Berani Menyala.

PALU — Program Berani Menyala yang digagas Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mulai merealisasikan akses listrik bagi warga di wilayah terisolir. Hingga tahun 2025, sebanyak 905 sambungan listrik rumah tangga telah terpasang di sejumlah desa yang sebelumnya gelap gulita.

Kepala Dinas ESDM Sulteng Drs. Arfan, M.Si menyebutkan, program yang didorong Gubernur Anwar Hafid ini menyasar masyarakat miskin dan desa terpencil. “Alhamdulillah, sejak diluncurkan, program ini sudah mulai terasa dampaknya di masyarakat,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (19/5/2026).

Kabupaten Sigi Jadi Prioritas, 281 Rumah Teraliri Listrik

Kabupaten Sigi menjadi salah satu wilayah dengan realisasi terbanyak. Sebanyak 281 unit sambungan baru kWh meter telah dipasang di enam desa, meliputi Desa Loru dan Desa Sidera di Kecamatan Sigi Biromaru, Desa Rarampadende di Kecamatan Dolo Barat, serta Desa Winatu dan Desa Bolapapu di Kecamatan Kulawi.

Tak berhenti di situ, Desa O’o Parese di Kecamatan Kulawi Selatan juga masuk dalam daftar penerima manfaat. Pemasangan sambungan ini menjadi langkah awal untuk memutus rantai ketimpangan akses energi antara wilayah perkotaan dan pedesaan.

Target 2026: 1.017 Sambungan Baru di 9 Kabupaten

Pada tahun 2026, Dinas ESDM Sulteng menargetkan penambahan 1.017 sambungan baru kWh meter. Wilayah sasaran meliputi sembilan kabupaten, yakni Sigi, Parigi Moutong, Donggala, Tolitoli, Morowali Utara, Morowali, Tojo Una-Una, Banggai, dan Banggai Laut.

“Program ini menjadi salah satu langkah percepatan pemerataan akses energi bagi masyarakat miskin dan desa terpencil,” tambah Arfan. Dengan perluasan ini, diharapkan tidak ada lagi desa di Sulteng yang harus bergantung pada lampu minyak atau genset mahal.

Dampak Langsung bagi Warga Pedalaman

Listrik bukan sekadar penerangan. Bagi warga desa pelosok, sambungan listrik berarti anak-anak bisa belajar di malam hari, usaha kecil bisa beroperasi lebih lama, dan layanan kesehatan desa bisa menyimpan vaksin dengan aman.

Program Berani Menyala menjadi bukti bahwa pemerataan infrastruktur energi di Indonesia Timur mulai bergerak, meski masih bertahap. Pemprov Sulteng berkomitmen melanjutkan ekspansi hingga seluruh blankspot di provinsi tersebut teraliri listrik.

Reporter: Joko Purnomo
Sumber: trilogi.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top