Mahasiswa Internasional dari 3 Negara Asia Tenggara Ikuti Pelatihan Literasi Keuangan di Palu

Penulis: Faizal Ramadhan  •  Sabtu, 16 Mei 2026 | 11:49:36 WIB
Peserta internasional dari tiga negara Asia Tenggara mengikuti pelatihan literasi keuangan di Palu.

PALU — Global Youth Financial Leadership Bootcamp 2026 menghadirkan peserta dari tiga negara Asia Tenggara untuk belajar soal literasi keuangan di era digital. Pelatihan ini digelar di Kota Palu sebagai bagian dari agenda off-campus visit program Datokarama International Short Course (DISC) 2026.

Kolaborasi UIN Datokarama dan Hannah Asa Indonesia

Sekretaris Panitia DISC 2026 Fitriningsih menyebut kolaborasi dengan Hannah Asa Indonesia menjadi kunci dalam memperluas pengalaman belajar peserta internasional. “Kami ingin peserta DISC 2026 mendapatkan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan relevan dengan tantangan global saat ini,” katanya di Palu, Jumat.

Kegiatan ini dirancang untuk menghadirkan perspektif baru tentang literasi keuangan, inovasi digital, dan kepemimpinan generasi muda. Fitriningsih menambahkan bahwa pembelajaran lintas negara ini diharapkan bisa memperkuat jejaring internasional sekaligus membuka ruang kolaborasi antargenerasi muda di kawasan Asia Tenggara.

Fokus pada Literasi Keuangan Digital dan Financial Resilience

Dalam sesi pelatihan, peserta mengikuti diskusi interaktif, pengenalan konsep financial resilience, hingga edukasi literasi keuangan digital. Founder Hannah Asa Indonesia Mardiyah mengatakan tantangan finansial generasi muda saat ini semakin kompleks akibat perkembangan teknologi digital dan tekanan media sosial.

“Tantangan finansial generasi muda saat ini semakin kompleks akibat perkembangan teknologi digital, tekanan media sosial, serta perubahan gaya hidup yang sangat cepat,” kata Mardiyah.

Ia merujuk pada Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang disusun OJK bersama BPS. Menurutnya, akses layanan keuangan digital yang meningkat harus diimbangi dengan penguatan literasi finansial agar generasi muda bisa mengambil keputusan keuangan secara bijak dan aman.

Mendorong Generasi Muda ASEAN yang Adaptif dan Inovatif

Mardiyah menekankan bahwa masa depan Asia Tenggara akan ditentukan oleh generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik. “Kami percaya masa depan Asia Tenggara akan ditentukan oleh generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki literasi keuangan, kemampuan adaptasi digital, dan jiwa kepemimpinan global,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan ini bisa mendorong lahirnya generasi muda ASEAN yang lebih adaptif, inovatif, dan memiliki kesadaran finansial yang baik. Program ini juga menjadi ajang pertukaran perspektif mengenai tantangan finansial yang dihadapi generasi muda di masing-masing negara.

Peserta dari Filipina, Malaysia, dan Thailand terlihat antusias mengikuti sesi diskusi dan simulasi keuangan digital yang dipandu oleh fasilitator dari Hannah Asa Indonesia.

Reporter: Faizal Ramadhan
Sumber: sulteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top