Googlebooks vs Chromebooks: Bukan Sekadar Upgrade, Ini Lini Laptop Premium Baru Google untuk Profesional

Penulis: Irfan Hakim  •  Rabu, 13 Mei 2026 | 14:12:30 WIB
Googlebooks hadir sebagai lini laptop premium Google dengan teknologi AI Gemini untuk profesional.

SULAWESI TENGAH — Google akhirnya mengonfirmasi kehadiran Googlebooks, lini laptop premium yang diposisikan sebagai pesaing langsung laptop Windows dan MacBook kelas atas. Melalui blog resminya, Google menjelaskan bahwa perangkat ini dibangun dari dasar untuk kecerdasan buatan (AI) Gemini, menawarkan bantuan proaktif yang tidak bisa dilakukan Chromebook biasa. “Every Googlebook will be built with premium craftsmanship and materials, coming in a variety of shapes and sizes,” tulis Google dalam siaran persnya.

Perbedaan Paling Mendasar: Sistem Operasi dan Kecerdasan Buatan

Inilah poin paling krusial. Chromebook berjalan di atas ChromeOS, sistem operasi berbasis cloud yang ringan dan terjangkau. Sebaliknya, Googlebooks menggunakan sistem operasi yang dirancang khusus untuk AI, dengan Google Gemini sebagai otaknya. Alih-alih sekadar membuka aplikasi, laptop ini bisa memberikan saran kontekstual berdasarkan apa yang Anda lihat di layar.

Salah satu fitur eksklusif yang tidak dimiliki Chromebook adalah "Magic Pointer". Cukup goyangkan kursor, maka akan muncul saran kontekstual sesuai konten di layar. Contohnya, saat kursor diarahkan ke tanggal di email, Googlebooks langsung menawarkan opsi untuk membuat janji meeting. Atau, Anda bisa mengarahkan kursor ke gambar furnitur untuk melihat visualisasi barang tersebut di ruangan Anda.

Widget Kustom dan Integrasi Ponsel yang Lebih Dalam

Fitur unggulan lain adalah "Create your Widget". Pengguna bisa membuat widget khusus dengan perintah bahasa alami (natural language) yang mengambil data dari internet dan aplikasi Google. Hasilnya adalah dashboard personal yang bisa menampilkan informasi apa pun yang Anda butuhkan, tanpa harus menginstal aplikasi tambahan.

Soal integrasi ekosistem, Googlebooks membawa fitur yang lebih seamless. Anda bisa menjalankan aplikasi ponsel langsung di laptop tanpa perlu mengunduh ulang atau menggunakan kontrol sentuh emulasi. Fitur "Quick Access" bahkan memungkinkan Anda melihat, mencari, atau menyisipkan file dari ponsel langsung ke laptop, layaknya folder bersama.

Desain Premium dengan Ciri Khas "Glow Bar"

Dari segi tampilan, Googlebooks mengusung desain premium. Google bekerja sama dengan pabrikan besar seperti Acer, Asus, Dell, HP, dan Lenovo untuk memproduksi perangkat perdana ini. Meski detail spesifikasinya belum diumumkan, kita bisa berekspektasi akan ada varian clamshell, convertible, 2-in-1, hingga model OLED, seperti laptop premium pada umumnya.

Pembeda visual utama adalah adanya "glow bar" dan logo Googlebook di dek keyboard. Fitur ini tidak akan Anda temukan di Chromebook mana pun, dan menjadi penanda bahwa ini adalah perangkat kelas atas milik Google.

Harga: Siap-Siap Merogoh Kocek Lebih Dalam

Ini konsekuensi yang jelas. Chromebook dikenal sebagai laptop paling terjangkau, dengan harga mulai dari Rp 2,5 juta hingga Rp 10 jutaan. Karena dipasarkan sebagai produk premium, Googlebooks jelas akan lebih mahal. Jika komponennya setara dengan laptop Windows high-end—seperti prosesor Intel Panther Lake, GPU diskrit, RAM besar, dan penyimpanan lega—harga awalnya diperkirakan mulai dari Rp 16,5 jutaan (sekitar $1.000) untuk model dasar.

Perlu dicatat, krisis harga RAM global saat ini bisa membuat banderol awal lebih tinggi dari perkiraan. Namun, bagi profesional yang membutuhkan performa maksimal dan integrasi AI, investasi ini mungkin sepadan.

Kesimpulan: Untuk Siapa Googlebooks?

Chromebook tetap menjadi pilihan solid bagi pengguna yang bekerja dengan koneksi internet stabil dan hanya mengandalkan aplikasi Google Workspace. Namun, Googlebooks hadir untuk segmen yang berbeda: kreator, developer, dan profesional yang membutuhkan kekuatan komputasi tinggi, bantuan AI cerdas, serta integrasi mulus dengan ekosistem Android. Jika Anda termasuk target ini, Googlebooks layak masuk daftar tunggu.

Reporter: Irfan Hakim
Sumber: tomsguide.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top