Harga Emas Antam Turun Rp20 Ribu, Tercatat Rp2,839 Juta per Gram pada 13 Mei

Penulis: Hendra Wijaya  •  Rabu, 13 Mei 2026 | 11:09:19 WIB
Harga emas Antam turun Rp20 ribu menjadi Rp2,839 juta per gram pada 13 Mei.

SULAWESI TENGAH — Menurut data resmi dari situs Logam Mulia Antam, harga emas ukuran 1 gram menyusut dari Rp2,859 juta per gram pada Selasa (12/5). Selain itu, semua ukuran emas Antam mencatat penurunan, menciptakan pergeseran signifikan dalam nilai logam mulia ini di pasar.

Rincian Penurunan Harga Emas Antam

  • Emas 0,5 gram: Rp1,469 juta, turun Rp10 ribu
  • Emas 5 gram: Rp13,970 juta, turun Rp100 ribu
  • Emas 10 gram: Rp27,885 juta, turun Rp200 ribu
  • Emas 100 gram: Rp278,112 juta, turun Rp2 juta

Dengan selisih antara harga jual dan harga buyback saat ini mencapai Rp183 ribu per gram, investor harus mempertimbangkan fluktuasi ini dalam strategi investasi mereka. Penurunan harga emas Antam bertepatan dengan tren penurunan yang lebih luas dalam harga logam mulia di pasar.

Perbandingan dengan Harga Emas Lainnya

Di sisi lain, harga emas BSI Gold juga menunjukkan penurunan, dengan harga untuk ukuran 1 gram berada di Rp2,733 juta dan buyback di Rp2,601 juta. Namun, harga emas di Pegadaian justru bergerak naik. Harga emas Galeri24 tercatat Rp2,836 juta per gram, naik Rp22 ribu, sedangkan harga emas UBS juga meningkat menjadi Rp2,887 juta per gram.

Perbedaan harga ini diakibatkan oleh variasi dalam produsen, standar cetakan, dan jalur distribusi masing-masing merek. Dengan adanya fluktuasi ini, para investor dan pelaku bisnis perlu memperhatikan dinamika pasar emas saat ini.

Apa yang Mempengaruhi Pergerakan Harga Emas?

Pelemahan harga emas Antam dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk kondisi ekonomi global, perubahan suku bunga, dan permintaan terhadap logam mulia sebagai aset safe haven. Investor yang mengamati pasar emas harus tetap waspada terhadap faktor-faktor ini, karena bisa memengaruhi keputusan investasi di masa depan.

Sebagai catatan, meskipun harga emas Antam mengalami penurunan, tren di sektor lain bisa berlawanan, seperti yang terlihat pada harga emas di Pegadaian yang mencatat kenaikan. Hal ini menunjukkan perlunya diversifikasi dalam investasi logam mulia untuk memanfaatkan peluang yang ada.

Reporter: Hendra Wijaya
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top