SULAWESI TENGAH — BNI Finance, sebagai tulang punggung operasional yang melayani 52 kantor cabang di Indonesia, telah melakukan migrasi core system ke Microsoft Azure. Proses ini merupakan hasil kerja sama dengan PT Adicipta Inovasi Teknologi (AdIns) dan bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan serta kinerja perusahaan. Kepala Divisi IT BNI Finance, Yudi Satriadi Thamrin, menjelaskan bahwa migrasi ini bukan sekadar pemindahan infrastruktur, melainkan juga merupakan langkah strategis untuk membangun ekosistem digital yang siap berinovasi dengan teknologi AI dan data analytics.
Keputusan untuk menggunakan Microsoft Azure didasarkan pada kebutuhan akan fondasi teknologi yang tangguh dan aman. Dengan adanya Indonesia Central Cloud Region, BNI Finance dapat memastikan bahwa data pelanggan tetap berada di dalam negeri, sesuai dengan regulasi yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal ini juga membantu meminimalkan latensi dalam layanan, yang penting untuk meningkatkan pengalaman pengguna.
Setelah migrasi, BNI Finance mencatat peningkatan stabilitas sistem yang signifikan, terutama selama jam operasional yang padat. Perusahaan kini juga mampu mendeteksi potensi ancaman keamanan 20% lebih cepat dibandingkan sebelumnya. Dengan fitur keamanan canggih seperti Microsoft Entra dan Microsoft Defender for Cloud, data pelanggan yang kritis mendapatkan perlindungan yang lebih baik.
BNI Finance tidak berhenti di sini. Ke depan, perusahaan merencanakan untuk memanfaatkan teknologi machine learning dan AI dalam mengoptimalkan penilaian kredit serta analisis prediktif. Langkah ini diharapkan dapat memberikan layanan pembiayaan yang lebih responsif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Dengan migrasi ke Microsoft Azure, BNI Finance menunjukkan komitmennya untuk bertransformasi menjadi perusahaan pembiayaan yang tidak hanya unggul dalam layanan tapi juga aman dan patuh terhadap regulasi. Ini menjadi langkah penting dalam mendukung pertumbuhan sektor keuangan di Indonesia.