SULAWESI TENGAH — PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) menggelar Pelatihan dan Simulasi Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) di SPBU CODO 13.233.404, Kabupaten Aceh Besar. Kegiatan berlangsung pada pekan ini dengan melibatkan 75 peserta yang terdiri dari 50 pengawas SPBU wilayah Kota Banda Aceh dan 25 pekerja serta operator SPBU setempat.
Skenario Kebakaran Mobil Tangki Saat Bongkar Muat
Dalam simulasi, peserta mempraktikkan penanganan insiden luberan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi saat proses pembongkaran. Tumpahan tersebut kemudian memicu kebakaran pada mobil tangki milik PT Elnusa Petrofin yang tengah beroperasi di area SPBU. Skenario ini dipilih untuk menguji respons cepat personel terhadap potensi kecelakaan kerja paling kritis di stasiun pengisian bahan bakar.
Pelatihan tidak hanya dilakukan di lapangan. Sebelum simulasi, peserta mengikuti sesi First Aider di Ruang Serbaguna Sales Area Retail Aceh dan tabletop exercise untuk memperkuat pemahaman teoretis tentang prosedur darurat. Pertamina menguji efektivitas koordinasi antar fungsi serta ketepatan personel dalam merespons insiden.
Keselamatan Bukan Hanya Tugas Fungsi HSSE
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan komitmen perusahaan membangun budaya keselamatan di seluruh lini operasional. Menurutnya, kesiapan menghadapi kondisi darurat menjadi faktor penting untuk meminimalkan risiko terhadap pekerja, lingkungan, dan aset perusahaan.
“Keselamatan merupakan prioritas utama dalam setiap aktivitas operasional Pertamina. Melalui pelatihan dan simulasi ini, kami ingin memastikan seluruh personel, mitra kerja, dan pemangku kepentingan terkait memiliki kesiapan serta kemampuan respons yang cepat dan tepat,” ujar Fahrougi dalam keterangan resmi yang diterima Presmedia.
Senada dengan hal tersebut, Regional Manager HSSE Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Agoeng Priyanto, menekankan bahwa keselamatan kerja bukan domain eksklusif fungsi Health, Safety, Security, and Environment (HSSE). “Keselamatan bukan hanya tanggung jawab fungsi HSSE, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh pekerja dan mitra kerja dalam setiap aktivitas operasional,” kata Agoeng.
Target Penguatan Budaya HSSE Berkelanjutan
Melalui simulasi berkala ini, Pertamina berharap seluruh peserta memahami peran dan tanggung jawab masing-masing saat terjadi kondisi darurat. Peningkatan koordinasi lintas fungsi menjadi sasaran utama agar respons insiden tidak tumpang tindih atau justru memperparah situasi.
Penguatan budaya HSSE di lingkungan SPBU dinilai krusial mengingat stasiun pengisian bahan bakar merupakan titik vital yang melayani masyarakat luas. Dengan personel yang terlatih, Pertamina optimistis operasional dapat berjalan lebih aman dan andal, serta pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga dalam berbagai situasi darurat.