Bocoran Harga iPhone 18 Pro dan iPhone Fold: Bisa Tembus Rp 30 Juta Lebih

Penulis: Joko Purnomo  •  Sabtu, 27 Juni 2026 | 13:29:02 WIB
iPhone 18 Pro dan iPhone lipat Apple diprediksi mengalami kenaikan harga signifikan hingga Rp 30 juta lebih.

SULAWESI TENGAH — Bagi Anda yang sudah menabung untuk membeli iPhone 18 Pro atau iPhone lipat pertama Apple, kabar ini mungkin kurang mengenakkan. Beberapa pembocor (leaker) ternama asal China, seperti Fixed Focus Digital dan Digital Chat Station, secara terpisah mengungkapkan bahwa harga jual kedua perangkat tersebut dipastikan akan lebih mahal dari perkiraan awal.

Kenaikan Harga Bisa Capai 20 Persen

Fixed Focus Digital melalui akun Weibo-nya menyatakan bahwa kenaikan harga untuk lini iPhone 18 Pro adalah sebuah kepastian. Yang lebih mencengangkan, iPhone lipat Apple diprediksi akan melonjak 10% hingga 20% lebih tinggi dari ekspektasi pasar sebelumnya.

Angka ini selaras dengan laporan Mark Gurman dari Bloomberg yang menyebut iPhone lipat akan "melewati ambang batas 2.000 dolar AS" (sekitar Rp 33 juta). Analis Ming-Chi Kuo bahkan memperkirakan harganya tidak akan di bawah 2.000 dolar AS, dan bisa menembus 2.500 dolar AS (sekitar Rp 41,2 juta). Jika ditambah kenaikan 20%, varian dengan penyimpanan tertinggi bisa menyentuh angka lebih dari 3.000 dolar AS (sekitar Rp 49,5 juta).

Penyebab Utama: Biaya Komponen Meroket

Tim Cook, CEO Apple, pekan lalu mengakui bahwa kenaikan harga ini tidak terhindarkan. Ia menyebut lonjakan biaya chip memori dan penyimpanan sebagai "banjir besar satu abad sekali" (hundred year flood).

Data dari firma riset TechInsights memperkuat pernyataan tersebut. Biaya DRAM 12GB di iPhone 17 Pro yang hanya sekitar 39 dolar AS (Rp 643 ribu) diprediksi melonjak drastis menjadi 145 dolar AS (Rp 2,4 juta) di iPhone 18 Pro. Kenaikan komponen ini saja sudah mendorong total biaya produksi (bill of materials) naik hingga 25%.

Belum lagi sistem kamera baru yang lebih canggih. The Wall Street Journal memperkirakan Apple harus membanderol iPhone 18 Pro mulai 1.399 dolar AS (sekitar Rp 23 juta) hanya untuk mempertahankan margin keuntungan yang sama seperti pendahulunya.

Perbandingan Harga di China dan AS

Digital Chat Station memberikan gambaran lebih konkret untuk pasar China. Ia menyebut harga iPhone 18 Pro kemungkinan naik dari 8.999 yuan (Rp 19,8 juta) menjadi 9.999 yuan (sekitar Rp 22 juta). Jika pola kenaikan proporsional ini diterapkan di AS, harga iPhone 18 Pro bisa melonjak dari 1.099 dolar AS menjadi sekitar 1.220 dolar AS (Rp 20,1 juta).

Leaker lain, Instant Digital, memberikan bocoran yang lebih ekstrem untuk iPhone 18 Pro Max 256GB. Ia menyebut harga di China bisa mencapai 10.999 hingga 11.499 yuan (sekitar Rp 24,2 - Rp 25,3 juta). Angka ini setara dengan kenaikan 15-20% dari harga iPhone 17 Pro Max saat ini. Jika dikonversi ke pasar AS, harga model tersebut bisa berada di kisaran 1.300 hingga 1.400 dolar AS (Rp 21,4 - Rp 23,1 juta).

Dampak untuk Konsumen Indonesia

Meski harga resmi untuk Indonesia belum diumumkan, kenaikan harga global biasanya akan tercermin pada banderol di Tanah Air. Dengan estimasi kurs saat ini, iPhone 18 Pro diperkirakan akan dibanderol mulai dari Rp 20 jutaan, sementara iPhone lipat Apple bisa menjadi HP termahal yang pernah dijual di Indonesia, kemungkinan menembus angka Rp 35 jutaan hingga Rp 50 jutaan untuk varian tertinggi.

Bagi Anda yang mengincar lini Pro, keputusan untuk membeli iPhone 17 Pro sekarang atau menunggu iPhone 18 Pro menjadi semakin dilematis. Namun satu hal yang pasti: era iPhone dengan harga "stabil" sepertinya telah berakhir.

Reporter: Joko Purnomo
Sumber: macrumors.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top